KAB.CIREBON, (FC).- Arus mudik di jalur Pantai Utara (Pantura) Cirebon mencapai puncaknya pada H-2 Lebaran, Kamis (19/3), dengan total kendaraan melintas menembus lebih dari 165.000 unit dalam 24 jam.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan, volume kendaraan hingga pukul 24.00 WIB mengalami lonjakan signifikan dibandingkan hari sebelumnya.
Rata-rata arus kendaraan tercatat sekitar 5.000 unit per jam, meningkat dari sekitar 2.000 unit per jam pada hari sebelumnya.
Kepadatan arus lalu lintas mulai terlihat sejak Rabu dini hari dan terus berlanjut hingga Kamis malam.
Arus didominasi kendaraan roda dua, disusul kendaraan pribadi, bus antarkota antarprovinsi (AKAP), serta truk logistik.
Pantauan di Simpang Plered, salah satu titik rawan kepadatan, menunjukkan antrean kendaraan yang nyaris tidak terputus. Ratusan sepeda motor memenuhi badan jalan, sementara kendaraan lain bergerak perlahan mengikuti arus.
Seorang pemudik asal Jawa Tengah, Alicia, mengaku perjalanannya sempat terhambat akibat kepadatan lalu lintas.
“Saya berangkat dari Tangerang pukul 05.00 WIB dan sampai di Cirebon sekitar pukul 12.00 WIB. Beberapa kali terjebak macet di perjalanan. Tujuan saya ke Magelang,” ujarnya.
Selain tingginya volume kendaraan, aktivitas pemudik yang berhenti di sejumlah titik persinggahan juga turut memengaruhi kelancaran arus.
Kawasan kuliner khas seperti empal gentong menjadi salah satu lokasi yang dipadati pemudik untuk beristirahat.
Sementara itu, arus kendaraan dari arah sebaliknya juga terpantau ramai, didominasi bus AKAP dan kendaraan logistik, sehingga menciptakan kepadatan dua arah yang relatif seimbang.
Dari pantauan udara juga, lampu kendaraan tampak membentuk garis panjang yang mengular di sepanjang jalur Pantura, mencerminkan puncak arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. (Johan)













































































































Discussion about this post