KAB.CIREBON, (FC).- Kantor Posyandu milik Desa Setu Kulon, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, kembali dibobol maling. Sejumlah barang berharga dan peralatan kesehatan dilaporkan raib, mulai dari satu set komputer, timbangan bayi, hingga mesin pompa air.
Posyandu yang berada satu atap dengan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tersebut diketahui sudah tidak difungsikan sejak dua tahun terakhir, sehingga kondisinya terbengkalai dan minim pengawasan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kuwu Desa Setu Kulon, Tanto Taufik, mengungkapkan bahwa aksi pencurian ini bukan kali pertama terjadi. Bahkan, pembobolan tersebut telah terjadi empat kali.
“Ini sudah yang keempat kalinya. Kalau kejadian pertama belum ada barang yang hilang, tapi sudah terlihat aktivitas mencurigakan,” ujar Tanto, Kamis (5/2).
Ia menjelaskan, bangunan PAUD dan Posyandu terpaksa dinonaktifkan sementara sejak tahun 2024. Hal itu terjadi setelah para guru PAUD mengundurkan diri secara serempak karena minimnya jumlah murid serta hak pengajar yang belum terpenuhi.
“Karena tidak ada lagi tenaga pengajar, Pemdes melaporkan penonaktifan sementara. Sejak itu gedung PAUD dan Posyandu tidak digunakan dan akhirnya terbengkalai,” jelasnya.
Tanto menambahkan, pada kejadian awal, pihaknya menemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di Posyandu, termasuk obat-obatan hingga alat kontrasepsi, yang bukan berasal dari kegiatan kader Posyandu.
“Padahal kader Posyandu tidak pernah menyimpan alat kontrasepsi di sana. Tapi kok ada. Itu sudah jadi tanda-tanda yang mencurigakan,” katanya.
Pada pembobolan terakhir, pelaku diduga membawa kabur satu set komputer, timbangan bayi, mesin pompa air, serta sejumlah alat kesehatan lainnya yang selama ini tersimpan di Posyandu.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemdes Setu Kulon telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Selain itu, langkah antisipasi juga dilakukan dengan mengamankan sisa barang yang masih ada ke Kantor Desa.
“Kami sudah lapor ke kepolisian dan langsung mengamankan barang-barang lainnya ke tempat yang lebih aman agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (Johan)















































































































Discussion about this post