KAB. CIREBON, (FC).- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon mulai mengusut polemik pembangunan jaringan pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang melintasi wilayah Desa Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang.
Pipa tersebut diduga mengganggu aliran irigasi dan berdampak langsung terhadap sektor pertanian warga setempat.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, R Cakra Suseno, menegaskan pihaknya telah menerima aspirasi dan keluhan masyarakat terkait keberadaan jaringan pipa tersebut.
DPRD, kata dia, tidak akan tinggal diam jika pemanfaatan sumber daya air justru merugikan petani.
“Kalau pembangunan pipa SPAM ini sampai menghambat distribusi air untuk pertanian, tentu ini persoalan serius. Air adalah sumber daya strategis yang dikuasai negara dan penggunaannya harus mengutamakan kepentingan rakyat,” tegas Cakra kepada Fajar Cirebon, Minggu (25/1).
Menurutnya, pembangunan jaringan pipa untuk kepentingan komersial seharusnya dilakukan secara transparan dan melalui mekanisme yang jelas.
Hal itu mencakup adanya nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah desa, persetujuan masyarakat terdampak, serta sosialisasi terbuka sebelum proyek dijalankan.
Cakra juga mempertanyakan penempatan pipa yang melintasi saluran irigasi atau sungai. Ia menilai, jalur tersebut berpotensi menghambat aliran air ke lahan pertanian dan menimbulkan dampak berkelanjutan terhadap produktivitas petani.
“Ini yang akan kami dalami. Apakah penempatan pipa itu sudah menjadi klausul dalam MoU atau ada kelalaian dalam perencanaan. Jangan sampai ada pembiaran yang berdampak pada ketahanan pangan,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon berencana memanggil PDAM Tirta Kamuning (PDAM Kuningan) dan berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Darma Ayu (PDAM Indramayu) untuk meminta penjelasan resmi terkait kerja sama pemanfaatan air dan pembangunan jaringan pipa SPAM tersebut.
Cakra menegaskan, sejalan dengan komitmen pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan dan kemandirian pangan, setiap proyek yang berpotensi mengganggu sektor pertanian harus dievaluasi secara menyeluruh.
“Kami tidak ingin persoalan ini berlarut-larut. Jika terbukti merugikan irigasi dan pertanian warga Cikalahang, maka harus ada perbaikan, bahkan peninjauan ulang terhadap pembangunan pipa SPAM itu,” tandasnya. (Gofar)
















































































































Discussion about this post