KAB.CIREBON, (FC).- Banjir bandang yang menerjang perumahan Taman Anggrek Plumbon, Desa Kebarepan, Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon pada Selasa (23/12/2025) kemarin menyisakan pilu bagi warga setempat.
Pasalnya, pascabanjir yang mengakibatkan puluhan rumah rusak tersebut belum ada perhatian dari pemerintah desa maupun pemerintah Kabupaten Cirebon.
“Sampai dengan hari ini tidak ada satupun yang menengok warganya. Baik bupati maupun wakil bupati. Padalah rumah di perumahan ini banyak yang rusak parah,” ucap salah satu warga yang terdampak, Rizki B Suhara, Jumat (2/1).
“Pihak pemdes sudah berkunjung, tapi hanya lihat-lihat saja, tidak ada tindaklanjutnya,” imbuhnya.
Pihaknya menunggu iktikad baik dari PT Puri Mega Sarana Land selaku developer, pasalnya pascabanjir ini terdapat 20 rumah kondisinya rusak berat (2 di antaranya ambruk) dan 20 rumah lainnya rusak ringan.
“Kualitas bangunannya sangat buruk, sehingga banyak rumah yang jebol. Kami minta developer bangunkan kembali rumah kami yang roboh,” ujarnya.
Selama ini, lanjut Dandung sapaan akrabnya menyebut, pihak developer mengabaikan perawatan terhadap fasilitas di perumahan ini. Padahal masih menjadi kewajiban dan kewenangan developer untuk melakukan perawatan.
“Selama ini abai untuk melakukan perawatan. Maka dari itu kami mendesak kepada developer untuk segera menyerahkan sarana prasarana utilitas (PSU) ini kepada pemerintah Kabupaten Cirebon,” katanya. (Ghofar)















































































































Discussion about this post