KUNINGAN, (FC).- Kabupaten Kuningan memiliki destinasi wisata alam yang terus menarik perhatian wisatawan, yakni Situ Cicerem atau yang lebih dikenal dengan sebutan Telaga Biru Cicerem.
Objek wisata ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kaduela dan menawarkan perpaduan panorama alam, air telaga yang jernih, serta beragam fasilitas wisata.
Setibanya di lokasi, pengunjung disambut area parkir yang cukup luas. Tiket masuk dapat dibeli langsung di pintu masuk, kemudian pengunjung berjalan kaki menuju area telaga.
Dari bagian depan, tampak air telaga berwarna kebiruan dengan tingkat kejernihan tinggi, sehingga dasar telaga dan ratusan ikan hias berukuran besar terlihat jelas berenang di dalamnya.
Keberadaan ikan hias tersebut menjadi daya tarik utama Telaga Biru Cicerem. Saat pengunjung menebarkan pakan, ratusan ikan langsung bergerombol menghampiri.
Di atas telaga juga tersedia ayunan yang kerap dimanfaatkan pengunjung untuk bermain maupun berfoto dan juga ada perahu.
Pengelola turut menyediakan jasa fotografer bagi wisatawan yang ingin mengabadikan momen bersama panorama telaga dan ikan hias.
Suasana kawasan telaga terasa sejuk karena dikelilingi pepohonan rindang. Tidak jauh dari lokasi telaga, terdapat deretan pedagang yang menjajakan aneka makanan, minuman, serta pakan ikan.
Pengunjung juga dapat memanfaatkan gazebo dan tempat duduk untuk bersantai menikmati pemandangan.
Selain itu, Telaga Biru Cicerem menyediakan kolam terapi ikan. Pengunjung cukup merendam kaki ke dalam kolam yang dipenuhi ikan terapi sambil menikmati suasana alam sekitar yang tenang.
Direktur BUMDes Kaduela, Iim Ibrahim, mengatakan bahwa Telaga Biru Cicerem terus dikembangkan dengan berbagai fasilitas pendukung.
“Selain telaga, kami menyediakan area bermain anak, pendopo, akuarium, dermaga perahu, ruang terbuka hijau, ruang laktasi, musala, arena senam dan outbound, hingga penginapan,” ujarnya, kala ditemui, Minggu (21/12).
Menurut Iim, Telaga Biru Cicerem merupakan bagian dari Desa Wisata Kaduela dengan konsep wisata alam.
Destinasi ini kerap menjadi pilihan warga untuk berlibur maupun sekadar menghabiskan waktu luang.
Tiket masuk ditetapkan sebesar Rp15.000 per orang, dengan biaya parkir Rp25.000 untuk bus, Rp5.000 untuk kendaraan roda empat, dan Rp3.000 untuk sepeda motor.
Ia juga menjelaskan asal-usul nama Cicerem yang berasal dari kata Pacereman, yang berarti tempat pertemuan.
“Konon, dulu telaga ini menjadi tempat pertemuan para tokoh atau pemuka agama untuk membahas ketatanegaraan. Di kawasan ini juga ada cerita tentang batu kursi dan meja,” kata Iim.
Salah seorang pengunjung, Ayu (36), warga asal Cirebon, mengaku nyaman berwisata di Telaga Biru Cicerem.
“Tempatnya adem dan fasilitasnya lengkap. Ada musala dan kantin, tiket masuknya juga masih terjangkau,” tuturnya.
Telaga Biru Cicerem buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB. Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, lokasi objek wisata ini berada di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, dan dapat diakses melalui jalur Cirebon-Kuningan dengan mengikuti petunjuk arah menuju Telaga Biru Cicerem.(Angga)















































































































Discussion about this post