KUNINGAN, (FC).- Durhaka kepada orang tua atau uququl walidain dinilai menjadi salah satu penghalang terbesar bagi kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.
Hal tersebut disampaikan Ustadz Imam Nur Suharno, Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah, dalam keterangannya, Sabtu, (20/12).
Menurut Ustadz Imam, peringatan Hari Ayah setiap 12 November dan Hari Ibu setiap 22 Desember seharusnya tidak dimaknai sebatas seremoni tahunan.
Momentum tersebut, kata dia, perlu dijadikan sarana muhasabah bagi setiap anak untuk mengevaluasi sejauh mana sikap berbakti kepada kedua orang tua telah dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dalam Islam, berbakti kepada orang tua tidak dibatasi oleh waktu. Setiap hari sejatinya adalah hari ayah dan hari ibu,” ujar Imam.
Ia menjelaskan, Islam menempatkan perintah berbuat baik kepada orang tua tepat setelah perintah menyembah Allah SWT. Hal ini menunjukkan betapa besar kedudukan dan jasa orang tua dalam kehidupan seorang anak. Ustadz Imam merujuk pada firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 23 yang memerintahkan umat manusia untuk tidak menyembah selain Allah dan berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya, termasuk menjaga lisan dan sikap ketika orang tua telah lanjut usia.
Lebih lanjut, Ustadz Imam mengingatkan bahwa uququl walidain merupakan akhlak tercela yang membawa dampak serius. Salah satunya adalah terhalangnya seseorang dari surga.
Ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa durhaka kepada orang tua termasuk dosa besar yang diharamkan pelakunya masuk surga.
“Uququl walidain tidak hanya berdampak di akhirat, tetapi juga di dunia. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa balasan atas kedurhakaan kepada orang tua dapat disegerakan sebelum kematian,” ungkapnya.
Selain itu, Imam menyebutkan sejumlah akibat lain dari durhaka kepada orang tua, di antaranya hidup dalam kehinaan, mendapat murka Allah SWT, serta tertolaknya amal kebaikan yang telah dilakukan.
Melalui penyampaian tersebut, Imam berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin menyadari pentingnya birrul walidain dalam kehidupan.
Ia mengajak umat Islam untuk menjadikan bakti kepada orang tua sebagai prinsip hidup, bukan sekadar slogan.
“Berbakti kepada orang tua adalah jalan menuju ridha Allah. Karena itu, mari kita buktikan bahwa setiap hari adalah hari ayah dan hari ibu, dengan sikap, tutur kata, dan perbuatan nyata,” pungkasnya.(Angga)

















































































































Discussion about this post