KAB. CIREBON, (FC).- Masyarakat di Blok Cihoe Desa Ciledug Wetan selalu merasa was-was menjelang musim hujan tiba.
Pasalnya, tanggul Cijangkelok yang baru sekitar 2 tahun lalu diperbaiki, saat ini kondisinya terancam jebol lantaran tergerus air sungai yang tak terkendali hingga membentuk kubangan yang sangat besar
Kuwu Ciledug Wetan, Wastar kepada FC Rabu (1/10) menjelaskan, kondisi tanggul Cijangkelok yang berada di Blok Cihoe Desa Ciledug Wetan sebenarnya pernah dilakukan perbaikan besar-besaran oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk – Cisanggarung (Cimancis) sekitar dua tahun lalu.
Namun yang dilakukan betonisasi tanggul (retening wall) hanya dilakukan di bantaran sisi sungai yang berada di Kecamatan Losari Kabupaten Brebes.
Sementara di sisi bantaran yang berada di Blok Cihoe Desa Ciledug Wetan tidak dilakukan betonisasi.
Sementara dalam tanggul tersebut terdapat saluran pembuangan yang berasal dari pemukiman warga dan areal pertanian Desa Ciledug Wetan dan sekitarnya.
Sementara saluran pembuangan tersebut yang berada di bawah tanggul Cijangkelok hanya menggunakan paralon besar.
Sehingga ketika terjadi arus besar di sungai Cijangkalok tanggul tersebut tergerus hingga membuat kubangan yang sangat besar.
“Seharusnya saluran pembuangan dari areal pertanian dan pemukiman warga yang masuk ke sungai Cijangkalok melalui tanggul yang belum dibetonisasi, harusnya menggunakan u-dit sepanjang tanggul tersebut,” ungkapnya.
Masih dijelaskan Kuwu Wastar, kondisi kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut membuat saat ini menjadi ancaman besar bagi masyarakat di Desa Ciledug Tengah.
Baca Juga: Tanggul Cisanggarung Jebol, Ratusan Rumah di Tawangsari Terendam
Kerusakan sudah hampir menggerus seluruh bagian tanggul yang panjangnya hampir 15 meter saat ini hanya menyisakan sekitar 2 meter saja.
Sementara saat ini sudah akan tiba musim penghujan dan biasanya sungai Cijangkelok mengalami kenaikan arus, sehingga dikhawatirkan ketika terjadi luapan arus di sungai Cijangkelok akan menggerus seluruh tanggul yang tersisa.
Sehingga air dari sungai Cijangkelok akan menenggelamkan areal pertanian dan pemukiman warga yang ada di sekitar Blok Ciihoe Desa Ciledug Wetan.
“Saya sudah usulkan ke BBWS untuk dilakukan perbaikan karena ini menjadi ancaman bagi masyarakat kami, akan tetapi petugas dari BBWS hanya melakukan pengecekan tanpa melakukan perbaikan atau penanganan,” terangnya.
Atas kondisi tersebut Kuwu Wastar berharap kepada BBWS agar ada penanganan sebelum musim hujan datang, meskipun hanya dilakukan penanganan darurat.
Pasalnya, bila dibiarkan dipastikan musim hujan tahun ini akan menjebol seluruh bagian tanggul, dan air sungai Cijangkelok akan merendam wilayah Blok Cihoe dan sekitarnya.
“Warga dan Pemdes Ciledug Wetan selalu dihantui perasaan was-was ketika musim hujan mulai turun, perlu ada penanganan walaupun itu sifatnya sementara dari pihak terkait dalam hal ini BBWS,” harapnya. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post