KUNINGAN, (FC).- Kelompok 11 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menginisiasi revitalisasi Curug Nyandung atau dikenal juga dengan sebutan Curug Tilu di Dusun Ciawitali Desa Cimenga Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan, Jumat (22/8/2025).
Setelah direvitalisasi, obyek wisata Curug Nyandung langsung diresmikan dan dibuka untuk umum oleh Camat Darma Rangga Apriatna, Kepala Desa Cimenga Nana Rukmana, Kepala Dusun Ciawitali, serta dosen pembimbing lapangan (DPL) KKM 11, Dea Angkasa Putri Supardi.
Ketua Kelompok 11 KKM UMC, Muhammad Arief, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan program Kuliah Kerja Mahasiswa sekaligus sebagai bentuk pengabdian mahasiswa dalam mengoptimalkan potensi wisata lokal.
Menurutnya, Curug Nyandung sempat terbengkalai akibat keterbatasan anggaran dan minimnya pengelolaan.
“Kami menyadari bahwa Curug Nyandung memiliki potensi besar sebagai wisata alam, namun sebelumnya belum dikelola secara berkelanjutan. Karena itu, kami mencoba membukanya kembali agar lebih dikenal dan dimanfaatkan masyarakat,” ujar Arief.
Sebagai bagian dari program kerja, mahasiswa melakukan pembersihan area, merapikan akses jalan, hingga memasang penunjuk arah menuju lokasi. Proses ini sepenuhnya dilakukan oleh mahasiswa, yang menurut mereka menjadi tantangan sekaligus pengalaman berharga.
Camat Darma, Rangga Apriatna, menyambut baik inisiatif mahasiswa tersebut. Ia menilai Curug Nyandung memiliki daya tarik alam yang layak dikembangkan.
“Keindahan ini harus kita jaga dan lestarikan bersama. Semoga ke depannya Curug Nyandung dapat menjadi destinasi wisata baru di Kecamatan Darma,” kata Camat Darma.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Cimenga, Nana Rukmana. Ia berharap revitalisasi ini menjadi awal kebangkitan pariwisata di wilayahnya.
“Selama ini kami terkendala anggaran, tapi Insyaallah ke depan Curug Nyandung bisa memberi manfaat bagi desa, menjadi wisata sehat berbasis alam yang menarik wisatawan,” tutur Kades Nana.
Dosen Pembimbing Lapangan, Dea Angkasa Putri Supardi, turut mengapresiasi sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan kecamatan. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan pengelolaan agar Curug Nyandung benar-benar dapat menjadi destinasi unggulan dengan mengedepankan kolaborasi pemerintahan lintas sektoral.
“Inisiasi anak-anak KKM ini tidak akan terwujud tanpa dukungan pemerintah desa maupun kecamatan. Ke depannya kami berharap Curug Nyandung bisa dikelola berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan sektor swasta,” jelas Dea Angkasa Putri Supardi.
Acara peresmian ditutup dengan seremoni pemotongan pita oleh Camat Darma dan Kepala Desa Cimenga, sebagai simbol dibukanya kembali Curug Nyandung untuk umum. Dengan adanya revitalisasi ini, Curug Nyandung diharapkan mampu menjadi destinasi wisata unggulan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Cimenga. (Rls)















































































































Discussion about this post