KAB. CIREBON, (FC).- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Cirebon berkolaborasi dengan Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Cirebon Raya kembali menyelenggarakan West Java Tourism Exchange (WJTE).
Gelaran event promosi pariwisata ini akan diselenggarakan pada 27 Agustus mendatang bertempat di Patra Hotel Cirebon & Convention.
Ketua Pelaksana WJTE 2025, H. Rofi’i mengatakan, WJTE tahun ini akan menargetkan diikuti 50 peserta seller lokal dan 100 peserta buyer dari dalam negeri hingga mancanegara antara lain dari Malaysia, Thailand, Singapura, dan Hongkong.
“Alhamdulillah, peserta buyer dan seller sudah masuk 75 persen. Mudah-mudahan dalam waktu 1 minggu ke depan ini target itu bisa tercapai,” kata Ketua Pelaksana WJTE 2025, H. Rofi’i saat Press Conference di Ulon Signature Coffe Shop Tuparev, Kamis (21/8).
Rofii mengatakan, penyelenggaraan WJTE hasil kolaborasi Disbudpar dan ASPPI ini merupakan yang ketiga kalinya digelar berturut-turut setiap tahunnya.
“Di sini banyak pelaku usaha perhotelan, restoran, termasuk ikon wisata desa yang ada di kabupaten Cirebon, kami berusaha mempromosikan,” ungkapnya.
Ketua ASPPI DPC Cirebon Raya, Abdul Rozak mengatakan, penyelenggaraan WJTE tahun ini mengusung konsep Business to Business (B2B).
Para peserta seller ini terdiri dari mulai hotel, toko oleh-oleh, pengelola obyek daya tarik wisata (ODTW), perusahaan otobus, tour & travel, hingga desa-desa wisata di kabupaten Cirebon.
Sedangkan peserta buyer adalah para owner travel agent.
Para seller dan buyer akan dipertemukan dalam table top, sebuah forum business to business.
Mereka saling bertukar informasi, mengenalkan produk dan jasa kepariwisataan.
Dari pertemuan ini diharapkan akan terjalin transaksi dan kerjasama dalam bentuk paket wisata.
“Alhamdulillah sudah yang ketiga kali dari kegiatan ini kita mempromosikan pariwisata, khususnya kabupaten Cirebon, umumnya Cirebon Raya dengan harapan bisa dikenal lagi oleh masyarakat luas,” ujar Abdul Rozak.
Ia berharap kolaborasi ASPPI dengan Disbudpar Kabupaten Cirebon ini bisa terus berjalan untuk penyelenggaraan WJTE di tahin-tahun berikutnya.
“Dulu, mungkin masih banyak orang, teman-teman travel agent belum tahu di mana saja titik-titik wisata Cirebon. Hari ini Alhamdulillah, dengan banyaknya promosi-promosi dari kita dan juga dari stakeholder-stakeholder lain, banyak orang jadi mengenal destinasi-destinasi wisata Cirebon,” tambahnya
Menurutnya, kegiatan WJTE ini menjadi momen yang sangat menguntungkan bagi para pelaku pariwisata di Cirebon.
Sebab, event ini mendatangkan potensi pasar, tanpa harus pergi jauh ke luar kota ikut pameran pariwisata yang tentunya membutuhkan pengeluaran biaya tinggi.
Sementara itu, Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Disbudpar Kabupaten Cirebon, Ari mengatakan, kegiatan WJTE merupakan bentuk semangat kolaborasi Pemerintah Daerah dengan asosiasi pariwisata untuk memajukan pariwisata.
Setelah pelaksanaan WJTE ini, Disbudpar juga merencanakan akan membuat paket-paket wisata dari desa-desa wisata yang ada di kabupaten Cirebon.
“Kami juga tadi sudah ngobrol dengan pengurus ASPPI mau bikin paket pariwisata. Kalau bisa paket wisata 1 hari di lingkup kecamatan,” ungkap Ari.
Ari menjelaskan bahwa Kabupaten Cirebon memiliki 60 desa wisata, dan tahun 2025 ini akan menambah 30 desa wisata baru.
“Insya Allah di bulan September atau Oktober kami dari Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata akan mengkoneksitaskan antara teman-teman industri pariwisata hotel dan restoran, tour & travel dengan desa-desa wisata,” ujar Ari saat press conference WJTE 2025. (Andriyana)















































































































Discussion about this post