KAB.CIREBON, (FC).- Perbaikan jalan Babakan – Cibogo yang berada di Desa Serang Wetan Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon dibongkar ulang oleh pelaksana pembangunan jalan lantaran amblas.
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban yang harus dilakukan sang pelaksana. Pembangunan ulang dilakukan pada Jumat (15/8).
Kuwu Serang Wetan, Setia Budi menjelaskan, sebagai kuwu dirinya langsung melaporkan kepada pelaksana ketika beberapa hari setelah dilakukan pengaspalan ternyata beberapa titik jalan, aspal tersebut mengalami amblas, mengantisipasi kritikan masyarakat maka dirinya melaporkan untuk secepatnya dilakukan perbaikan.
Dijelaskannya, kemungkinan besar penyebab amblasnya jalan yang baru diaspal tersebut, kemungkinan ketika menjelang dilakukan pengaspalan, pada malam hari terjadi hujan besar, sementara samping kanan kiri bahu jalan sudah dilakukan pengecoran sehingga di dalam material dasar jalan ada rembesan air hujan yang tidak bisa mengalir.
Kondisi tersebut membuat material basecost yang menjadi dasar peningkatan jalan terjadi labil, sehingga ketika ada tekanan kendaraan yang melintas, aspal tersebut amblas.
“Karena khawatir ada protes warga, maka kami langsung konsultasikan ke pegawai PUTR Kabupaten Cirebon dan diteruskan ke pelaksana pembangunan jalan,” ungkapnya.
Lanjut dijelaskan Budi, kejadian tersebut terjadi pada hari Senin dilakukan pengaspalan dan dari Selasa terjadi amblas, kemudian Rabu pelaksana melakukan pemeriksaan dan menandai titik-titik jalan yang mengalami amblas, kemudian Jumat dilakukan perbaikan dengan dikeruk ulang bagian dasarnya dan diganti dengan material baru yang kering dan padat kemudian diaspal ulang.
“Alhamdulillah akhirnya sebelum masyarakat berteriak sudah dilakukan penanganan, semoga pengaspalan jalan poros Desa Serang Wetan ini bisa awet usia aspalnya,” harapnya.
Kepala UPT 7 Dinas PUTR Kabupaten Cirebon, Aliudin menjelaskan, pelaksanaan peningkatan jalan Babakan – Cibogo yang berada di Desa Serang Wetan yang mengalami amblas, menurutnya bahwa pelaksanaan kegiatan masih menjadi tanggung jawab pelaksana kegiatan dan belum diserahterimakan dari pelaksana kepada Dinas PUTR Kabupaten Cirebon.
“Kritik dari masyarakat memang perlu demi kebaikan, kami nanti melakukan pengecekan ulang ke lapangan,” terangnya. (Nawawi)














































































































Discussion about this post