KOTA CIREBON, (FC).- Menanggapi keluhan soal harga seragam sekolah yang dinilai memberatkan, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menegaskan tidak ada unsur pemaksaan dalam pembelian seragam di sekolah-sekolah, termasuk yang dilakukan melalui koperasi sekolah.
Menurut Edo, pengadaan seragam oleh koperasi sekolah justru dimaksudkan untuk memudahkan para orang tua siswa agar tidak perlu repot mencari seragam di luar. Pihak sekolah hanya menyediakan pilihan, bukan kewajiban.
“Kalau ingin membuat seragam putih biru, koperasi sekolah bisa menyiapkan sesuai pesanan. Jika orang tua memesan, maka akan diukur. Kalau tidak, juga tidak masalah. Mau beli di luar pun silakan, tidak ada larangan,” kata Edo, Jumat (25/7).
Terkait seragam olahraga yang biasanya disablon dengan identitas sekolah, Edo menjelaskan seragam tersebut memang difasilitasi oleh pihak sekolah untuk efisiensi. Namun, pengadaannya tetap bersifat opsional dan tidak diwajibkan bagi seluruh siswa.
“Kita tidak memaksakan. Untuk siswa yang tidak mampu, ada subsidi dari koperasi. Dan saya pastikan tidak ada kepala sekolah atau guru yang mengambil keuntungan pribadi dari situ. Keuntungan koperasi dikembalikan untuk kepentingan siswa,” ungkapnya.
Edo juga menegaskan Pemkot Cirebon akan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan adanya praktik pemaksaan atau pungutan liar dalam pengadaan seragam sekolah.
“Kalau ada yang memaksa, kami akan tindak. Ini harus jadi perhatian semua pihak,” tegasnya.
Terkait besaran subsidi seragam bagi siswa tidak mampu, Edo menyebutkan bahwa nilainya bisa berbeda di tiap sekolah, tergantung pada kemampuan dan kebutuhan masing-masing siswa.
“Subsidi tergantung sekolahnya masing-masing. Jumlahnya bisa berbeda, karena menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan siswa. Tapi yang pasti, semua bersifat pilihan,” pungkas Edo. (Agus)














































































































Discussion about this post