KAB.CIREBON, (FC).- Seniman pedalangan pagelaran wayang kulit di Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon sukses menyelenggarakan Pagelaran Sapta Wara yang dipusatkan di Alun-alun Gegesik, Kecamatan Gegesik.
Pagelaran Sapta Wara merupakan pertunjukan wayang kulit yang dilakukan mulai dari tokoh dalang sepuh sampai dalang cilik selama tujuh hari berturut – turut.
“Pagelaran yang satu minggu itu namanya Sapta Wara. Sapta itu tujuh, Wara itu wewara. ya bentuknya kegiatan seni dalam tujuh hari. Adanya Sapta Wara untuk saya pribadi ingin saya pertahankan sampai ke anak cucu saya. Supaya kegiatan tersebut terus berjalan karena di ajang itu semua menumpahkan semua apresiasi, kreatifitas, ide dan inovasi disitu,” kata Suryono salah satu dalang wayang kulit asal Gegesik, Sabtu (12/7).
Ketika dalang wayang kulit melaksanakan pagelaran, tutur Suryono secara tidak langsung ada penilaian dari tokoh seniman sepuh sebagai bentuk apresiasi dalam menjaga warisan budaya.
“Sesepuh mengarahkan yang baik dikembangkan dan tidak baik kita hilangkan mulai dari tata cara memainkan wayang dan lainya,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Gegesik, Tri Angga mengatakan, dalam kegiatan tersebut melibatkan 14 dalang wayang dari jumlah total dalang sebanyak 16 orang mereka berasal dari berbagai sanggar kesenian yang ada di Kecamatan Gegesik.
Seluruh dalang wayang diberikan kebebasan berkreasi dalam menentukan cerita yang beragam sesuai dengan kemampuannya masing-masing .
Diakuinya sumber penyelenggaran berasal dari anggaran Pemerintah Kecamatan Gegesik yang pengelolaannya dipercayakan kepada seniman pedalangan untuk menggelar Pagelaran Sapta Wara.
“Meskipun pembiayaan terbatas, namun pagelaran berlangsung lancar, budaya kita sendiri tetap lestari, sampai kapanpun sebagai jati diri kami kecamatan Gegesik sebagai kampung seni dengan budaya tersebut kita punya identitas,” pungkas Angga. (Johan)














































































































Discussion about this post