KAB. CIREBON, (FC),- Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) memberikan yang kaget kepada Esih, petani miskin yang juga istri Ketua RT di Desa Pasuruan sebagai apresiasi atas pengabdian suaminya selama menjabat sebagai Ketua RT.
Pemberian uang kaget dilakukan dalam acara Abdi Nagri Nganjang Ka Warga di Desa Pasuruan Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon, Rabu malam (7/5).
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk terimakasih dari KDM sebagai Gubernur Jabar atas tekad ibu Esih meski hasil usahanya pas-pasan namun mereka mampu menyekolahkan anak-anaknya sampai lulus SMA yang perlu dicontoh oleh warga lainnya.
Selain itu KDM juga memberikan apresiasi atas kerja keras Ketua RT dalam melayani masyarakat di wilayahnya meski gaji atau tunjangan sebagai ketua RT mungkin tidak sebanding.
Dalam kesematan tersebut KDM berharap, dengan nominal Rp25.000.000 ini, dapat menjadi motivasi bagi Ketua RT untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Saya lihat, karena ibu dan suaminya ini hebat. Dengan bekerja sebagai ketua RT, mereka bisa menghidupi keluarga dan menafkahi serta memberikan pendidikan yang layak terhadap kelima anaknya,” paparnya.
Menurut KDM, Esih Istri Rokim yang menjadi Ketua RT 16 RW. 04 Dusun Wage Desa Pasuruan mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan dan berharap dapat menjadi motivasi bagi suaminya untuk terus berkontribusi dalam membangun masyarakat.
Pemberian apresiasi ini diharapkan dapat meningkatkan semangat dan motivasi bagi semua Ketua RT di manapun dan masyarakat secara keseluruhan untuk terus bekerja sama dalam membangun wilayahnya.
“Ini merupakan sebuah inspirasi dan contoh yang baik untuk kita semua. Dengan keikhlasan dan pantang menyerah dalam menjalani kehidupan, ibu dan suami ini layak diberikan apresiasi,” katanya.
Kunjungan Gubernur di Kecamatan Pabedilan, Cirebon tersebut, disambut antusias oleh warga setempat. Acara tersebut juga dihadiri oleh Forkopimda dan seluruh kepala desa di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan kunjungan Gubernur ini, diharapkan dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta memacu pembangunan di wilayah.
Antusiasme warga tersebut, menunjukkan kepercayaan dan harapan masyarakat terhadap pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
Sementara Esih dihadapan KDM mengungkapkan, dirinya bersama suami hanya sebagai buruh petani, karena untuk menanam padi saja dia dihutangi lahan sawah oleh kepala desa dan baru dibayar setelah panen.
Sementara suaminya yang juga ketua RT hanya mendapatkan gaji setahun sekali yang memang sebenarnya tidak terlalu diandalkan untuk biaya hidup.
Hanya pengabdian sebagai RT tanpa harus menuntut kenaikan gaji.
Namun demikian dirinya bersama suami bertekad anak-anaknya bisa sekolah hingga SMA, dari kelima anaknya, satu persatu lulus SMA dan ketika lulus anaknya bekerja bergantian membiayai adik-adiknya secara berkelanjutan sampai anak bungsunya lulus SMA dan kini sudah bekerja di salah satu perusahaan sepatu.
“Meskipun saya gak mampu tapi saya ingin anak-anak saya bisa sekolah sampai lulus SMA, alahmdulillah semua anak-anak saya sudah lulus SMA semua,” ungkapnya. (Nawawi)













































































































Discussion about this post