MAJALENGKA, (FC).- Dampak dari mewabahnya Virus Corona (Covid-19) di tanah air menjadi ancaman baru, khususnya terhadap kondisi ekonomi, sehingga dapat meningkatkan angka kemiskinan.
Hal itu dikemukakan Anggota Komisi VIII DPR RI FPKS, Nurhasan Zaidi disela pembagian paket sembako di Gedung Bapermin Kabupaten Majalengka, Senin (17/5).
Menurut Nurhasan, dalam rapat koordinasi pihaknya dengan Kemensos pekan lalu, Mensos memaparkan perkiraan angka kemiskinan akan meningkat sebesar 12,37 persen atau bertambah 8,5 juta orang pasca Covid-19.
“Kami cukup prihatin dan khawatir bahwa saat ini atau bahkan mungkin kedepannya angka kemiskinan akan terus bertambah,” katanya.
Di sisi lain, kata dia, skema jaring pengaman sosial yang disiapkan pemerintah untuk Covid-19 hanya disiapkan untuk masa tiga bulan, dan belum ada prediksi yang akurat sampai kapan kondisi ini akan berakhir.
“Di sisi inilah kami memandang perlu dilakukan pembenahan dan perapihan Data Keterpaduan Kesejahteraan Sosial (DTKS) sesegera mungkin, dan ini harus menjadi prioritas. Dengan begitu, perlu dilakukan secara simultan bersamaan dengan penyerahan bansos,” kata legislator asal Dapil Jabar IX, Subang, Majalengka dan Sumedang (SMS) ini.
Selain itu, pihaknya juga mendesak Kemensos untuk menyiapkan skema perlindungan sosial yang matang untuk periode pasca darurat Covid-19. Bila DTKS sudah lebih rapi maka ini akan sangat membantu.
“Meski seperti itu, kami ucapkan terima kasih kepada para mitra Komisi VIII dalam hal ini Kemensos, BNPB dan BPKH yang telah membantu mengalokasikan program bantuan sosialnya untuk melindungi dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat di tengah wabah virus mematikan ini,” pungkasnya. (Ibnu)














































































































Discussion about this post