KAB. CIREBON, (FC).- Sebanyak 98 bakal calon kuwu dari 12 desa yang mengikuti Pilwu serentak tahun 2023 bakal mengikuti seleksi akademis yang akan dilaksanakan pada 17 September nanti.
Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa pada DPMD Kabupaten Cirebon, Aditya Arif Maulana mengatakan, sesuai ketentuan yang ada, pelaksanaan Pilwu di setiap desa minimal harus diikuti oleh 2 bakal calon kuwu dan maksimal 5 bakal calon kuwu.
Laporan sementara, kata dia, dari 100 desa yang menggelar Pilwu serentak tahun ini, tidak ada desa yang tidak memenuhi syarat pelaksanaan Pilwu. Bakal calon kuwu yang mendaftar di setiap desa tidak ada yang kurang dari 2 bakal calon.
Justru sebaliknya, jumlah bakal calon kuwu di desa yang melaksanakan Pilwu serentak lebih dari 2 orang. Dari mulai 6 bakal calon, 7 sampai 10 bakal calon kuwu. “Kalau bakal calon kuwu terbanyak ada dua desa, yaitu di Panguragan dan Galagamba masing-masing 10 bakal calon kuwu,” ujar Adit sapaan akarbanya, Selasa (29/8).
Menurutnya, desa yang jumlah bakal calon kuwunya di atas lima orang adalah Desa Mertapada Wetan, Kecamatan Astanajapura yaitu 7 bakal calon, Desa Japura Kidul, Kecamatan Astanajapura terdapat 7 bakal calon. Kemdudian Desa Galagamba, Kecamatan Ciwaringin 10 bakal calon. Desa Karangsuwung, Kecamatan Karangsembung terdapat 7 bakal calon, Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari ada 6 bakal calon.
“Desa Ambulu, Kecamatan Losari 7 bakal calon, kemudian Desa Kalimukti, Kecamatan Pabedilan ada 9 bakal calon, Desa Gujeg, Kecamatan Panguragan ada 6 bakal calon, Desa Panguragan, Kecamatan Panguragan 10 bakal calon, Desa Cangkring, Kecamatan Plered 7 bakal calon, dan Desa Cikulak, Kecamatan Waled 6 bakal calon, serta Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru 7 bakal calon,” kata Adit.
Ia mengatakan, bagi desa-desa yang jumlah bakal calon kuwunya di atas lima orang, maka akan dilakukan seleksi akademis. Sesuai tahapan Pilwu serentak tahun 2023, pelaksanaan seleksi akademis akan dilaksanakan pada bulan September nanti.
Tempat pelaksanaan seleksi tersebut masih sama dengan pelaksanan seleksi administrasi pada periode sebelumnya, yakni di UMC Kabupaten Cirebon. Begitupun dengan tim pengujinya, adalah tim dari universitas tersebut. “Kita pilih UMC karena sudah berpengalaman melaksanakan seleksi,” paparnya. (Ghofar)
















































































































Discussion about this post