MAJALENGKA, (FC).- Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana meminta masyarakat untuk terus menjaga alam dari berbagai kerusakan yang ditimbulkan.
Terlebih Kabupaten Majalengka merupakan salah satu daerah rawan bencana di Provinsi Jawa Barat.
“Berangkat dari hal yang terkecil, kita bisa disiplin untuk tidak membuang sampah sembarangan. Karena tidak dipungkiri, pengelolaan sampah menjadi persoalan di setiap daerah yang berujung menjadi bencana atau penyakit,” jelas Tarsono, Senin (29/3).
Tarsono mengungkapkan upaya lainnya dalam menjaga lingkungan dengan melakukan penanaman pohon. Pohon adalah penyaring udara di bumi.
“Bagian daun dan batang pohon menyerap gas dan komponen berbahaya di udara lalu mengeluarkan oksigen, sehingga membantu manusia untuk bernafas,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Majalengka, Edy Anas Junaedi menuturkan, potensi bencana alam saat ini cukup tinggi dan ini harus menjadi perhatian semua pihak.
Karena bencana alam yang terjadi salah satunya akibat ketidakseimbangan lingkungan alam.
“Kalau lingkungan alamnya baik, ketika hujan tidak akan banjir dan kemarau tiba tidak akan kekeringan. Namun yang terjadi saat ini sudah berbeda. Saat kemarau masyarakat kekurangan air dan hujan terjadi kebanjiran,” ujarnya.
Ia berharap Pemkab Majalengka melalui dinas terkait, harus bisa melakukan penataan terhadap lingkungan hidup. Lahan -lahan kritis harus dihijaukan kembali dengan gerakan penanaman pohon.
Masyarakat di lokasi daerah rawan bencana harus diedukasi, hal ini agar ketika terjadi bencana mereka bisa siaga dan selamat dari bencana alam.
“Lingkungan alam kita sudah rusak. Makanya harus diperbaiki agar ekosistem bisa seimbang. Pembangunan yang dilakukan pemerintah di daerah harus memperhatikan kelestarian lingkungan jangan asal bangunan saja,” tegas Ketua DPRD Kabupaten Majalengka. (Munadi)











































































































Discussion about this post