INDRAMAYU, (FC).- Polres Indramayu membentuk tim khusus untuk mengungkap kematian Putri Apriyani (24) yang ditemukan dalam kondisi terbakar di kamar kos di Blok Ceblok Desa Singajaya, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Sabtu (9/8).
Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno mengatakan, perkara ini pun sekarang sudah dinaikkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan.
“Penyidik memutuskan untuk meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan,” ujar dia, Kamis (14/8)
Status penyelidikan merujuk pada tahapan awal dalam proses hukum pidana, di mana pihak berwenang (penyelidik) melakukan serangkaian tindakan untuk mencari dan mengumpulkan informasi terkait dugaan tindak pidana.
Tujuannya adalah untuk menentukan apakah ada cukup bukti untuk melanjutkan ke tahap penyidikan.
Sedangkan status penyidikan merujuk pada tahapan dalam proses hukum pidana di mana aparat penegak hukum, seperti penyidik, melakukan serangkaian tindakan untuk mencari dan mengumpulkan bukti terkait suatu tindak pidana yang diduga telah terjadi.
Tujuannya adalah untuk membuat terang peristiwa pidana tersebut dan menemukan siapa pelakunya (tersangka).
Tarno menyampaikan, keputusan ini diambil guna mempercepat proses pengungkapan kasus,termasuk memastikan semua bukti serta keterangan dapat terungkap dengan jelas.
“Polres Indramayu sudah membentuk tim khusus, ” ujarnya
Baca Juga: Teka Teki Kematian Putri Apriyani yang Tewas Terbakar dalam Kamar Kos
Tarno menyampaikan, dalam upaya pengungkapan kasus, Ditreskrimum Polda Jabar juga turut dilibatkan.
Hal ini untuk menjamin proses penyidikan berjalan profesional, transparan, dan akuntabel.
“Dengan naiknya perkara ke tahap penyidikan, diharapkan pengungkapan dapat dilakukan secepatnya sehingga memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban dan masyarakat,” ujar dia.
Tarno menyampaikan, dalam penanganan kasus, Polres Indramayu menggunakan metode penyelidikan kriminal berbasis ilmiah atau scientific investigation.
Langkah-langkah yang sudah dilakukan, mulai dari pemeriksaan mendalam oleh tim Inafis di TKP, autopsi jenazah korban, melakukan analisa di pusat laboratorium forensik (Puslabfor) oleh Mabes Polri, pemeriksaan saksi-saksi, hingga melaksanakan gelar perkara.
“Polres Indramayu berkomitmen untuk mengusut perkara ini hingga tuntas secara profesional, prosedural dan proporsional. Apalagi saat ini terjadi fenomena informasi yang semakin berkembang di media sosial,” ujar dia.
Seperti diketahui, Putri Apriyani sendiri sebelumnya ditemukan tewas di dalam kamar kosnya di Blok Ceblok Desa Singajaya, Kecamatan/Kabupaten Indramayu pada Sabtu (9/8).
Kondisi jenazah Putri yang janggal langsung menghebohkan warga. Saat ditemukan, muka Putri yang semula cantik diketahui berubah menjadi gosong. (Agus Sugianto)














































































































Discussion about this post