KUNINGAN, (FC).- Suara penyelamatan Gunung Ciremai kembali menggema saat Komunitas ALAMKU menggelar aksi demonstrasi terkait pengelolaan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Rabu (10/12).
Massa mendesak agar aspirasi mereka disampaikan langsung kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kuningan.
Pada aksi tersebut, PSI Kuningan menunjukkan sikap tegas melalui kadernya, Asep S. Sonjaya Suparman, yang menegaskan komitmen partai untuk berdiri bersama masyarakat.
Ia menyatakan bahwa kelestarian Gunung Ciremai harus menjadi agenda utama dan tidak boleh dikompromikan oleh kepentingan apa pun.
“PSI akan membersamai perjuangan masyarakat. Ciremai harus lestari, dan kami menolak segala bentuk eksploitasi yang merusak kawasan,” ujar Asep di hadapan massa, kemarin.
Baca Juga: Fenomena Guru Dilaporkan Murid, PSI Kuningan Ingatkan Bahaya Intervensi Oknum
Momentum aksi semakin kuat ketika Ketua PSI Kuningan, bersama Kapolres Kuningan, Dandim Kuningan, dan sejumlah aktivis lingkungan, ikut menandatangani deklarasi “Save Ciremai”.
Tanda tangan bersama ini menjadi simbol komitmen lintas unsur untuk menjaga kawasan konservasi Gunung Ciremai dari ancaman kerusakan.
Terkait tuntutan sebagian demonstran yang meminta pembubaran Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), PSI Kuningan menyampaikan bahwa partai akan mengakomodasi aspirasi tersebut dan meneruskannya ke tingkat kementerian sebagai bahan evaluasi.
PSI juga mendesak BTNGC segera melakukan pembenahan menyeluruh agar pengelolaan taman nasional lebih transparan, responsif, dan berpihak pada keberlanjutan lingkungan. (Angga)










































































































Discussion about this post