MAJALENGKA, (FC).- Berbagai macam unit usaha mulai merasakan atas mewabahnya penyebaran virus corona atau covid 19. Baik di bidang perdagangan, produksi ataupun juga jasa seperti para supir angkot yang ada di Kabupaten Majalengka. Mereka mengeluhkan selama pandemi covid 19 ini pendapatannya turun drastis.
Banyaknya warga yang dianjurkan berada di rumah selama mewabahnya virus tersebut oleh pemerintah, membuat penumpang angkot berbagai jurusan sepi penumpang. Hal ini belum ketika PSBB diberlakukan pada hari Rabu 6 mei (hari ini), pendapatan bagi para supir angkot bias dipastikan tambah anjlog.
Seorang supir Angkot trayek Jatiwangi-Cigasong, mengaku selama pandemi corona, pemasukan dari usaha yang digelutinya sejak puluhan tahun lalu itu merosot tajam.
“Turun banget. Setelah ada Corona, warga banyak milih di rumah. Imbasnya ya sepi, sehingga pendapatan untuk menutupi kebutuhan keluarga juga semakin berkurang.” kata supir angkot yang mengaku bernama Erik, kepada FC Selasa (5/5).
Padahal, sebelum adanya pandemi corona, penghasilan yang bias dibawa kerumah cukup lumayan untuk menghidupi keluarganya. Namun setelah corona, kata Erik, jangankan untuk kerumah, buat setoran dan beli BBM saja kadang tidak mencukupi.
“Dulu sebelum adanya Corona, pendapatan sih Alhamdulillah lumayan dan penumpang juga kadang penuh, sekarang setelah adanya virus ini sekolah diliburkan, penumpang juga terbatas,” keluh Erik.
Erik berharap virus Corona ini segera berlalu, dengan demikian aktivitas usahanya itu bias kembali normal. Demikian juga pendapatan yang biasa didapat setiap harinya untuk nafkah keluarga.
“Semoga virus ini segera berlalu, agar penghasilan para supir normal kembali,” kata Supir asal Andir Jatiwangi.
Terpisah Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Majalengka, Anung Nurjaman mengatakan, saat ini ada sekitar 70 persen dari 700 unit angkot tidak lagi beroperasi. Adanya kebijakan pembatasan aktivitas warga di luar rumah untuk memutus penyebaran virus corona menjadi salah satu faktor di dalamnya.
“Ada sih yang tetap jalan sekitar 30 persennya. Tapi ya begitu, sepi. Sebelum adanya wabah ini juga sudah sepi, ditambah begini ya sudah bagaimana ya,” ujar Anung.
Anung menyampaikan, sebagian besar yang kini masih beroperasi trayek Majalengka kota-Kadipaten. Melihat kondisi ini, pihaknya berharap ada perhatian dari pemerintah. “Kami ada rencana bersama DPC lainnya di Jawa Barat mengusulkan agar ada kebijakan yang diberikan kepada supir angkutan,” pungkasnya. (Munadi)












































































































Discussion about this post