INDRAMAYU, (FC).- Polisi masih mendalami kasus kematian Putri Apriyani (24) di dalam kamar kosnya di Blok Ceblok Desa Singajaya, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Sebanyak 10 orang telah diperiksa sebagai saksi.
Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang menyampaikan, saksi-saksi itu berasal dari berbagai pihak yang berada di lokasi saat kejadian.
“Termasuk saksi dari pihak keluarga,” ujar Fajar, Rabu (13/8)
Fajar menyampaikan, kesaksian mereka masih terus didalami oleh pihak kepolisian.
Termasuk Polres Indramayu juga tengah mengumpulkan lebih banyak lagi barang bukti untuk didalami.
Baca Juga: Teka Teki Kematian Putri Apriyani yang Tewas Terbakar dalam Kamar Kos
“Nanti kita kumpulkan juga saksi-saksi yang lain, alat bukti, kemudian pendalaman terhadap bukti-bukti yang ada di TKP,“ ujar dia.
Dalam mengusut kematian Putri Apriyani ini, pihaknya menggunakan metode penyelidikan kriminal berbasis ilmiah atau scientific investigation.
Langkah yang dilakukan mulai dari olah TKP, melakukan autopsi jenazah korban, hingga mendatangkan Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran yang terjadi di dalam kamar kos tersebut.
Dalam prosesnya, ia meminta agar penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan detail.
Kemudian hasil dari serangkaian penyelidikan tersebut akan digunakan untuk memastikan apakah ada tindak pidana yang terjadi atau tidak dibalik misteri meninggalnya Putri Apriyani di dalam kamar kos tersebut.
Putri ditemukan tewas di dalam kamar kosnya di Blok Ceblok Desa Singajaya, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Sabtu (9/8). (Agus Sugianto)











































































































Discussion about this post