KOTA CIREBON, (FC).- Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Kota Cirebon kembali mengharumkan nama daerah dengan berpartisipasi untuk kedua kalinya dalam ajang internasional Asia Afrika Festival (AAF) 2026 pada (11/7) di Bandung.
Keikutsertaan ini menjadi bukti nyata komitmen PBI Kota Cirebon dalam melestarikan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Cirebon kepada masyarakat dunia.
Asia Afrika Festival (AAF) 2026 mengusung tema “Unity in Diversity, Rising in Harmony”, yang merefleksikan semangat persatuan dalam keberagaman serta harmonisasi budaya antarbangsa.
Festival internasional ini diselenggarakan pada 11–12 Juli 2026 di sepanjang Jalan Asia Afrika dan Jalan Braga Pendek, Kota Bandung, serta diikuti oleh berbagai delegasi budaya dari dalam maupun luar negeri.
Pada kesempatan tersebut, PBI Kota Cirebon menampilkan Tari Mapag Sri, tarian tradisional khas Cirebon yang melambangkan rasa syukur atas hasil panen serta harapan akan kemakmuran dan kesejahteraan.
Penampilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Kota Cirebon dengan kelompok tari SMPN 15 Kota Cirebon, menghadirkan perpaduan harmonis antara pelestarian budaya oleh perempuan berkebaya dan semangat generasi muda dalam menjaga warisan budaya bangsa.
Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Kota Cirebon, Hj. R. Garnis Mutiara Shavira, SH., MH., menyampaikan bahwa keikutsertaan PBI Kota Cirebon dalam Asia Afrika Festival untuk kedua kalinya merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah untuk terus membawa budaya Cirebon ke panggung internasional.
“Keikutsertaan kami di Asia Afrika Festival 2026 merupakan wujud komitmen PBI Kota Cirebon dalam melestarikan budaya sekaligus memperkenalkan identitas budaya Cirebon kepada masyarakat dunia,” jelasnya Selasa (14/7).
Melalui, lanjut Hj. R. Garnis, Tari Mapag Sri dan balutan kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia, kami ingin menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki nilai luhur yang mampu menjadi jembatan persahabatan antarbangsa.
“Kami juga bangga dapat berkolaborasi dengan generasi muda dari SMPN 15 Kota Cirebon sebagai bentuk regenerasi pelestari budaya,” ujarnya.
Kolaborasi bersama SMPN 15 Kota Cirebon menjadi simbol penting bahwa pelestarian budaya harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda.
Melalui penampilan ini, PBI Kota Cirebon berharap dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah sekaligus menginspirasi masyarakat untuk terus menjaga, melestarikan, dan mempromosikan kebaya, seni tari, serta warisan budaya Nusantara.
“Keikutsertaan PBI Kota Cirebon dalam Asia Afrika Festival 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Kota Cirebon sebagai salah satu daerah yang aktif mempromosikan kekayaan budaya Indonesia di tingkat nasional maupun internasional, sejalan dengan semangat “Unity in Diversity, Rising in Harmony.” tandasnya. (Agus)









































































































Discussion about this post