KOTA CIREBON, (FC).– Pedagang barang bekas di Jalan Ariodinoito (Kesepuhan) Kota Cirebon, masih bertahan dengan mengandalkan lapak harian untuk menjajakan dagangannya.
Barang bekas yang dijual beragam, mulai dari kursi roda, HP, ban sepeda, kipas angina, peralatan tukang, sanyo, timbangan, kompor, kulkas, skuter hingga velg sepeda.
Barang-barang tersebut didapat dari lapak-lapak besar yang kemudian dipilih kembali untuk dijual.
“Ambil dari lapak besar yang masih bisa kepakai, lalu dijual lagi. Untungnya tergantung barang, kadang lumayan, kadang pas-pasan,” ujar Rudi pedagang, Selasa (19/8/2025).
Untuk keuntungan, pedagang mengaku bisa meraih hingga Rp200 ribu dari barang kondisi bagus seperti sepeda. Sementara barang dengan kondisi biasa dihargai lebih rendah, hanya berkisar Rp40 ribu hingga Rp75 ribu.
“Kalau bagus lumayan, kalau jelek ya di bawah seratus ribu,” ungkapnya.
Dari sekian banyak jenis barang, kebutuhan sehari-hari seperti klaker disebut lebih cepat laku. Pedagang ini mengaku sudah menekuni usaha jual-beli barang bekas sejak masih bujangan, sempat berpindah lokasi sebelum akhirnya menetap di lapak sekarang.
Meski begitu, keramaian pembeli tidak selalu stabil. Hari Minggu biasanya lebih ramai dibandingkan hari biasa. Namun, ketika hujan, penjualan cenderung menurun.
“Kalau hujan sepi, orang malas keluar, dagangan juga basah,” jelasnya.
Aktivitas jualan beli dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Setelah itu, lokasi lapak biasanya dipakai pedagang lain, seperti pedagang tahu, pecel lele, dan bubur kacang hijau.
Selain di tempat sekarang, pedagang juga kerap berjualan di kawasan Grogol, Pamitran, dan Sunyaragi, terutama pada momen tertentu seperti perayaan muludan. (Red)

















































































































Discussion about this post