KUNINGAN, (FC).- Direktur PAM Tirta Kamuning Kuningan, Dr. Ukas Suharfaputra, kembali meluruskan berbagai isu yang berkembang di publik terkait BUMD yang dipimpinnya.
Setelah sebelumnya dihadapkan pada sejumlah tuduhan LSM, kali ini Ukas memberikan penjelasan resmi menanggapi keluhan masyarakat Desa Cikalahang, Kabupaten Cirebon, mengenai lambatnya pembangunan fasilitas air bersih di kawasan Telaga Nilam.
Ukas menegaskan bahwa proyek pembangunan reservoir air bersih tetap berjalan dan bukan sekedar janji.
Proses konstruksi dijadwalkan dimulai pada minggu kedua Desember 2025 sesuai kesepakatan teknis yang telah ditetapkan bersama pihak mitra.
“Pembangunan reservoir sudah disepakati dan akan dimulai minggu kedua Desember. Kalau kemudian muncul anggapan bahwa PAM hanya memberi janji, itu karena proses administrasi keuangannya sedang disiapkan oleh pihak pengelola,” ujar Ukas, Selasa, (25/11).
Ia menjelaskan, pendanaan pembangunan tidak bersumber dari kas PAM Tirta Kamuning, melainkan dari PT Tirta Kuning Ayu Sukses (TKAS) yaitu perusahaan mitra yang menangani kerja sama penyediaan air curah Kuningan-Indramayu.
Karena itu, seluruh tahapan administrasi harus mengikuti mekanisme internal perusahaan tersebut.
“Dalam pertemuan besok, kami akan menyampaikan jadwal pelaksanaan secara lengkap. Mudah-mudahan tidak ada kendala dalam pelaksanaannya nanti. Dari pihak TKAS, anggaran sudah direncanakan sejak awal, tinggal realisasinya,” jelasnya.
Menanggapi keluhan warga Cikalahang, Ukas memahami tingginya ekspektasi masyarakat terhadap penyediaan air bersih.
Namun ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur seperti reservoar memerlukan tahapan berjenjang yang tidak bisa diputuskan secara spontan.
“Pekerjaan teknis seperti ini harus bertahap, mulai dari perencanaan, penganggaran, sampai kesiapan lapangan. Kami tidak menunda, tetapi mengikuti proses agar pelaksanaannya tepat,” tambahnya.
Meski demikian, Ukas menegaskan bahwa PAM Tirta Kamuning tetap membuka diri terhadap kritik publik.
Menurutnya, masukan masyarakat merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih.
“Kami tidak anti kritik. Semua masukan kami terima, apalagi jika disampaikan secara bijak. Sebagai BUMD pelayanan, kami justru membutuhkan kritik membangun,” kata Ukas.
Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar polemik terkait Telaga Nilam segera mereda dan tidak menimbulkan bias informasi.
PAM Tirta Kamuning bersama PT TKAS, tegasnya, akan menjalankan komitmen sesuai kesepakatan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi secara optimal. (Angga)















































































































Discussion about this post