KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa (Pemdes) Babakanlosari Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon mengeluhkan pekerjaan normalisasi saluran irigasi sekunder yang belum selesai namun sudah ditinggalkan begitu saja dan terkesan mangkrak.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Cirebon diminta segera untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, Kamis (4/11).
Pasalnya, lumpur dan sampah hasil kerukan alat berat dari saluran pun dibiarkan menumpuk di tepi jalan provinsi yang padat penduduk.
Warga pun terganggu dengan bau yang ditimbulkan dari tumpukan sampah tersebut.
Kuwu Desa Babakanlosari Tarsono mengatakan, normalisasi saluran sekunder ini sumber dananya ratusan juta dari alokasi Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) Kecamatan Pabedilan melalui DPUPR setempat.
“Hasilnya tidak memuaskan karena di lapangan pekerjaan belum selesai tapi sudah ditinggalkan dan tumpukan sampah hasil kerukan juga dibiarkan menggunung di tepi jalan. Warga jadi terganggu karena bau tidak sedap dari sampah itu,” kata Kuwu.
Tarsono meminta, DPUPR langsung melihat ke lokasi pekerjaan khususnya di Desa Babakanlosari. Biar mengetahui apa yang terjadi dan bagaimana dampaknya.
“Kami (pemdes,-red) akan melayangkan surat ke DPUPR agar pekerjaan yang mangkrak itu segera diselesaikan karena berakibat pada persoalan baru,”ungkapnya.
Menurutnya, normalisasi irigasi sekunder tersebut sebenarnya pernah dilakukan akan tetapi baru hanya beberapa meter pengerukan kemudian ditinggalkan.
Pihaknya, aku dia, pernah melakukan komunikasi dengan pihak pelaksana yang saat ini sedang melaksanakan pengerukan di desa tetangga, dan jawabannya akan mengirimkan 1 unit mesin keruk tambahan ke lokasi tersebut. Tetapi kenyataannya hingga saat ini tak kunjung datang dan tak kunjung dikerjakan juga.
“Sebenarnya sudah dikerjakan, waktu itu katanya alatnya mau ke arah Desa Pasuruan dahulu, tetapi alat berat yang katanya mau didatangkan lagi ternyata belum juga datang sampai sekarang,” cetusnya.
Tarsono berharap normalisasi secepatnya dilanjutkan karena sudah memasukin musim hujan, bahkan pemdes siap bila harus mengeluarkan dana operasional tambahan, asalkan pekerjaan tersebut segera diselesaikan karena warga banyak yang mengeluh.
“Kami dari pemerintah desa siap membantu jika memang harus menambah anggaran,” tandasnya.
Warga setempat, Mimin mengaku, tumpukan sampah itu sangat menggangu selain posisinya berada di pinggir jalan juga menimbulkan bau tak sedap.
“Sangat memanggu sekali. Apalagi kalau ada angin, baunya tercium sampai kesini. Saya sih mintanya segera diselesaikan,” singkat Mimin. (Nawawi)















































































































Discussion about this post