“Masa ada sekitar 13 ribu warga Kabupaten Cirebon yang malah menjadi pelanggan PDAM Kota Cirebon, lantas bagaimana dengan PDAM Tirta Jat, selama ini kemana saja,” ujar Mad Saleh.
Masih dikatakan Mad Saleh, dalam waktu dekat pihaknya juga akan memanggil Direksi PDAM Tirta Jati untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya. Selain mempertanyakan manajemen dari PDAM, Komisi II juga tentunya akan menanyakan perihal kebocoran PAD seperti yang diungkapkan oleh Abraham.
“Kami sudah punya rencana untuk panggil PDAM Tirta Jati dalam waktu dekat. Tentunya kita juga akan mengkonfirmasi hal itu (kebocoroan PAD),” ungkap Mad Saleh.
Saat ditanya atas permintaan Abraham agar DPRD segera membentuk Pansus kebocoran PAD, Mad Saleh menjawab bisa saja itu dilakukan. Namun dirinya juga menantang balik Abraham, agar mau membuka secara keseluruhan kebocoran PAD disektor mana saja dan alirannya kemana saja.
“Oh tentu kita siap saja, tapi kita juga minta agar Pak Abraham mau juga membuka hal itu secara terang benerang sektor mana saja yang bocor dan yang menikmati siapa saja. Silahkan kalau mau kita akan bentuk (Pansus) itu,” tandas Mad Saleh.
Mad Saleh juga berpesan kepada Abraham, agar persoalan ini jangan hanya sekedar pengalihan isu semata. Dirinya meminta, jika memang persoalan ini benar adanya maka pihaknya meminta segera kepada Abraham, agar membuka data tersebut secara valid dan kongkrit.
Seperti diberitakan sebelumnya, Staf Ahli Bupati Cirebon Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Abraham Muhamad melontarkan pernyataan yang membikin heboh Pemerintahan Kabupaten Cirebon. Dalam pernyataan tersebut, Abraham mengungkapkan adanya kebocoran PAD disegala sektor salah satunya PDAM Tirta Jati.
Abraham juga membantah keras anggapan sejumlah pihak yang menilai bahwa pernyataannya yang menyebut adanya dugaan kebocoran PAD hanya kepentingan pribadi.
“Saya siap menjawab tuduhan dari beberapa pihak, karena yang saya lakukan ini sesuai dengan Tupoksi saya sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan,” kata Abraham kepada FC saat dihubungi melalui pesawat Telepon, Minggu (26/7).
Atas hal tersebut, Abraham mendesak DPRD agar segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menelusuri tentang adanya dugaan kebocoran PAD dari beberapa sektor.
“DPRD Kabupaten Cirebon harus segera membentuk Pansus untuk menelusuri persoalan ini. Jika memang DPRD tidak merespon, saya akan laporkan persoalan ini ke aparat penegak hukum. Baik ke kepolisian maupun ke Kejaksaan,” ujar Abraham. (Muslimin)















































































































Discussion about this post