“Suami wanita yang positif tersebut diketahui pernah dijenguk oleh keluarganya yang berasal dari zona merah dari Jawa Timur, langsung kita inisiatif melakukan swab test,”ujarnya.
Sudaryanto memastikan penyakit yang diderita suami dari wanita yang positif tersebut bukan Covid-19, suami wanita tersebut menjalani perawatan bukan karena Covid-19 tetapi adalah penyakit lain yang tidak bisa disebutkan.
Pihaknya juga tidak tahu apakah setelah dijenguk keluarga dari Jatim tersebut suaminya tertular lagi atau tidak, karena ketika sudah dikubur pihaknya baru tahu ternyata ada keluarga dari Jatim yang menjenguk dan ini karena ketidakjujuran juga.
“Ketiga orang yang dinyatakan positif tersebut langsung dibawa ke RSUD Waled, sempat kesulitan untuk membawanya ke RSUD Waled, karena ada penolakan juga, akhirnya kita sempat lobi-lobi hampir satu jam akhirnya mau kita bawa ke RS Waled, kalau kedua tenaga medis menyadari sejak awal,”tuturnya.
Lebih lanjut Sudaryanto mengungkapkan, pasca adanya 3 orang terpapar di wilayah Kecamatan Losari, pihaknya berkoordinasi dengan Muspika, Pemdes Mulyasari dan Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon untuk melakulan tes swab kepada orang-orang yang pernah kontak langsung dengan 3 orang yang telah dinyatakan positif covid-19 dan juga saudara serta warga yang terlibat langsung saat dilaksanakannya pemakaman warga Desa Mulyasari. (Nawawi)












































































































Discussion about this post