Menurutnya, pembinaan dan pengembangan olahraga di Sekolah Dasar (SD) merupakan salah satu dari empat pilar kebijakan pembangunan pendidikan nasional, yang meliputi olah rasa, olah pikir, olah hati, dan olahraga.
“Kegiatan seperti ini memakan anggaran cukup banyak, kami tidak mempunyai anggaran kalau tidak dari bantuan setiap sekolah, berharap ada bantuan dari pemerintah daerah,” ujarnya.
Sementara itu, ditemui di tempat yang sama, Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kecamatan Pabuaran, Rahidi menuturkan, pihaknya selalu mendukung kegiatan akademik maupun non akademik seperti seleksi O2SN yang diselenggarakan oleh KKGO.
“Sebagai pendorong atau motivasi bagi anak-anak yang akan berlomba, kami akan memberikan reward kepada siswa atau siswi yang meraih juara 1,” katanya.
Reward tersebut, dikatakan Rahidi hanya untuk siswa atau siswi yang meraih juara 1 di setiap cabang olahraga, dan bagi pembiimbing kedepannya akan diberikan juga reward.
“Bagi juara 1 akan diberi reward Rp. 500 ribu, ini hanya sekedar penyemangat. Kami berharap, di tahun ini bisa lebih baik dan mendapatkan prestasi di beberapa cabang olahraga,” ujarnya.
Rahidi menegaskan, kegiatan O2SN SD Tahun 2020 menjadi wahana pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga, serta penumbuhan nilai-nilai pendidikan karakter melalui kedispilinan, kreativitas, daya juang, jujur, sportif, kompetitif, solidaritas, dan bertanggung jawab .
“Kami ingin ada siswa dari Pabuaran yang bisa mewakili sampai tingkat provinsi, tentunya ini menjadi PR buat kami semua dalam membina siswa-siswi,” pungkasnya. (Nawawi)













































































































Discussion about this post