Masih dikatakan Fajar, lomba video pendek juga sebagai media untuk menampung aspirasi dari masyarakat, khususnya bagi kalangan pemuda.
“Medsos adalah salah satu yang sangat luar biasa. Video pendek ini juga berusaha menarik pesan-pesan dari milenial kepada PPP,” jelasnya.
Hal senada disampaika Yanto, politisi muda lainya dari partai berlambang Kabah di Kabupaten Majalengka. Ia mengatakan, lomba video pendek sendiri sebagai bukti bahwa PPP bukan hanya tempat untuk kalangan orang tua saja, melainkan untuk kaum muda juga.
“Digelarnya acara seperti ini berangkat dari sebuah anggapan, bahwa PPP itu identik dengan orang-orang tua. Padahal, PPP itu bukan hanya untuk orang tua, melainkan PPP juga tempatnya anak-anak muda. Ketika booming dengan sosmed, kita ajak ikut lomba video pendek. Muda itu tidak karena usia. Ketika kita tetap memegang idealisme untuk berbuat baik, itu adalah anak muda,” pungkasnya. (Ibnu)















































































































Discussion about this post