KOTA CIREBON, (FC).- Pada kondisi pandemi Covid-19 ini, setiap pasien dan keluarganya yang memiliki gejala penyakit tersebut harus jujur bila berobat kepada ke layanan kesehatan dan tenaga medis. Hal ini terkait riwayat kesehatan, kontak dengan siapa, perjalanan kemana, maupun penyakit penyerta lainnya. Sehingga penanganan yang tepat bisa dilakukan terhadap pasien.
Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) 03.04.03 Cirebon, Letkol Ckm dr Wildan Sani SpU didampingi Kepala Bidang Pelayanan Medik (Yanmed) RS Ciremai, dr Tetri Yuniwati SpM mengatakan, berawal dari datangnya pasien ke RST Ciremai pada Selasa, 14 April 2020 pukul 09.00 WIB. Kondisi pasien sudah mengalami penurunan kesadaran atau koma.
Guna kepentingan penanganan pasien, pihaknya meminta informasi dari keluarganya. Terkait perjalanan ke daerah endemik dan dengan siapa sebelumnya melakukan kontak langsung dengan pasien yang terpapar Covid-19.
“Sangat disayangkan, keluarga pasien tidak terbuka dan jujur kepada kami. Sehingga dilakukan rapid test dan hasilnya negatif. Dan diputuskan untuk dirawat di ruang ICU, dengan petugas IGD RST Ciremai tetap melakukan prosedur dan protokol penanganan pasien Covid-19. Petugas memakai APD level 2 untuk merawatnya,” jelas Wildan kepada FC, Senin (20/4).
Namun pada dinihari, kondisi pasien memburuk. Pada saat bersamaan, keluarga pasien baru mengungkapkan pasien pernah melakukan kontak langsung. Dengan dua anggota keluarga lainnya yang berstatus PDP dan telah meninggal dunia beberapa waktu lalu. Keduanya tidak sempat melakukan test Swab.
Dengan kondisi seperti ini, pihaknya melakukan kebijakan, 21 tenaga kesehatan yang berada di ruang ICU langsung melakukan isolasi mandiri. Sampai saat ini mereka dalam kondisi sehat, besok akan dilakukan rapid test.
Demikian pula dengan area RST Ciremai, dialkukan penyemprotan disinfektan. “Ini bentuk kehati-hatian kami. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” terangnya.
Selanjutnya, pihaknya menghimbau kepada masyarakat yang memiliki keluarga yang sakit gejalanya mirip Covid-19, agar jujur menceritakan perjalanan atau kontak pasien tersebut.
“Apapun kondisi pasien, kita akan terima, kami tidak pernah menolak. Apalagi RST Ciremai telah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan Covid-19,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Wildan juga membantah adanya isu yang beredar di medsos, adanya seorang dokter spesialis RST Ciremai meninggal dunia. “Yang bersangkutan sedang melakukan isolasi mandiri, kabar tersebut tidak benar adanya,” pungkasnya. (gus)












































































































Discussion about this post