CIREBON, (FC).- Dini hari tadi, Kereta Api (KA) Menoreh (177) tertemper truk yang diduga pengangkut air (tangki) terjadi di petak jalan Waruduwur–Babakan, Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 02.43 WIB.
Akibat kejadian tersebut, perjalanan KA Menoreh relasi Semarang Tawang-Pasar Senen terpaksa tertunda karena masih menunggu proses pemeriksaan dan penanganan petugas di lapangan.
Dari foto yang beredar di media sosial, KA Menoreh tampak rusak dibagian depannya, sedangkan nasib truk belum diketahui.
Dari keterangan yang dirilis PT. KAI, petugas PT KAI Daop 3 Cirebon langsung melakukan pengecekan menyeluruh guna memastikan kondisi rangkaian kereta aman untuk melanjutkan perjalanan. Hingga pukul 04.00 WIB, KA Menoreh masih belum dapat diberangkatkan.
“KA Menoreh saat ini masih menunggu proses pemeriksaan dan penanganan di lokasi kejadian untuk memastikan keselamatan perjalanan,” tulis pengumuman resmi di akun media sosial KAI121.
Pihaknya menjelaskan, langkah tersebut dilakukan sebagai prosedur standar keselamatan setiap kali terjadi insiden yang melibatkan perjalanan kereta api.
“Kami harus memastikan seluruh rangkaian dalam kondisi aman sebelum diizinkan kembali beroperasi,” katanya.
Pihak terkait juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu memprioritaskan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang serta mematuhi rambu lalu lintas yang berlaku.
“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu berhenti dan mendahulukan kereta api di perlintasan sebidang demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Atas insiden tersebut, manajemen perkeretaapian menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang yang terdampak keterlambatan perjalanan.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat insiden ini. Terima kasih atas pengertian dan kerja sama seluruh pihak,” lanjutnya.
Pihak kepolisian dan PT KAI masih melakukan pendalaman terkait kronologi kejadian untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. (Agus)
















































































































Discussion about this post