KAB.CIREBON, (FC).- Truk pengangkut air bersih asal Kabupaten Kuningan tertemper Kereta Api (KA) Menoreh relasi Semarang Tawang–Pasar Senen di perlintasan rel tanpa palang pintu di Desa Dompyong Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Rabu dini hari (21/1) sekitar pukul 02.47 WIB.
Akibat kecelakaan tersebut, truk terseret sejauh kurang lebih 500 meter hingga hancur. Sementara itu, bagian depan lokomotif KA Menoreh mengalami kerusakan cukup parah.
Insiden ini menyebabkan perjalanan kereta api jalur Cirebon–Semarang sempat mengalami penundaan hingga dilakukan penggantian lokomotif oleh PT KAI Daop III Cirebon.
Saksi mata di lokasi kejadian, Fakhrurroji, warga Blok Cimpedak, Desa Dompyong Kulon, menuturkan kecelakaan bermula saat truk pengangkut air melintas dari arah Kuningan menuju Gebang melalui jalur Karangsembung. Saat berada tepat di atas rel, mesin truk mendadak mati.
“Sopir sempat mencoba menyalakan kembali kendaraan, tapi tidak bisa. Saat itu kereta sudah terlihat melaju dari arah Semarang menuju Cirebon,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, sopir truk langsung menyelamatkan diri dan meminta pertolongan warga. Namun, upaya evakuasi tidak sempat dilakukan hingga akhirnya KA Menoreh menghantam truk tersebut.
“Tidak ada korban jiwa, tapi masinis sempat pingsan dan asisten masinis terjepit di bagian depan lokomotif,” tambahnya.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas gangguan perjalanan akibat insiden tersebut.
“Kejadian tertempernya KA Menoreh dengan truk terjadi di KM 201+400 JPL 329 perlintasan tidak terjaga, petak jalan antara Stasiun Babakan–Waruduwur, Desa Dompyong Kulon,” jelasnya.
Ia menambahkan, pascakecelakaan jalur hilir tidak dapat dilalui, sementara jalur hulu masih dapat digunakan dengan kecepatan normal. Seluruh penumpang dinyatakan selamat, namun satu orang petugas KAI, yakni asisten masinis, mengalami luka dan telah dilarikan ke RSUD Waled, Kabupaten Cirebon.
“Setelah dilakukan penggantian lokomotif, KA Menoreh dapat melanjutkan perjalanan menuju Jakarta pada pukul 05.28 WIB,” ungkap Muhibbuddin.
Hingga kini, petugas PT KAI masih melakukan proses evakuasi lokomotif guna memastikan jalur hilir dapat segera dioperasikan kembali.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan dan keterlambatan perjalanan. Keselamatan dan kenyamanan pelanggan tetap menjadi prioritas utama kami,” pungkasnya. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post