Sementara itu, terkait dengan panen raya yang tengah berlangsung saat ini di wilayah Kabupaten Indramayu, pihaknya memberikan dikresi terhadap para petani yang tengah melaksanakan panen raya.
Selain petani juga nelayan yang akan datang dan pergi melaut masuk sektor yang dikecualikan. “Petani dan nelayan kita lakukan dikresi karena mereka memproduksi yang bisa dijadikan sebagai sumber ketahanan pangan bagi kita,” kata Taufik.
Selain itu, dalam pelaksanaan PSBB di Kabupaten Indramayu sudah disiapkan sedikitnya 16 Pos Chek Point untuk melakukan penyekatan di wilayah-wilayah yang berbatasan dengan kabupaten lain yang akan dijaga oleh tim gabungan TNI, Polri, Dishub, Pol PP, dan unsur lainnya.
Sebagai antisipasi terhadap Jaring Pengaman Sosial (JPS) pihaknya juga telah menyiapkan berbagai program mulai dari bantuan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, serta beberapa bantuan sektoral yang terdampak seperti peternakan, perikanan, dan lainnya.
Sementara itu Ketua MUI Kabupaten Indramayu, KH. Syatori mengatakan, pihaknya mendukung penuh kebijakan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Indramayu yang menerapkan PSBB secara full ini. Dengan adanya kebijakan PSBB ini maka semua kegiatan ibadah dilakukan di rumah sesuai dengan pembatasan yang telah ditentukan. (Agus)












































































































Discussion about this post