Kedua, lanjut Ibas, narasi penistaan yang dituduhkan kepada dirinya, justru tidak akan pernah terbukti jika mereka mau mengikuti dan memahami falsafah seni Bung Karno.
Apalagi Bung Karno selama hidupnya mewakafkan diri untuk berjuang membebaskan bangsanya dari belenggu duri-duri penindasan.
“Lagipula, jika mau bersabar dan membuka diri untuk memperkaya referensi juga literasi seni, tentu sangat mudah menemukan lukisan Bung Karno yang terlilit kawat sambil menghisap rokok itu. Ingat, Art not crime,” tegasnya.
Ketiga, sebagaimana tokoh pendiri bangsa lainnya, Bung Karno milik seluruh orang Indonesia. Tidak boleh dimonopoli oleh satu golongan manapun. Jadi sangatlah wajar jika PKB sebagai partai nasionalis turut serta merayakan kelahiran Bung Karno.
Bahkan secara serius PKB mengkaji nilai-nilai pemikiran dan perjuangan Bung Karno dan tokoh bangsa lainnya agar terimplementasikan di ruang-ruang politik.
“Terakhir, saya secara pribadi membuka diri untuk tabayun, diskusi dan tukar pemikiran demi kemajuan bangsa dan kebangkitan Kota Cirebon khususnya,” tandasnya. (Agus)















































































































Discussion about this post