“Kami di sini selaku masyarakat Indonesia merasa tersakiti dengan adanya gambar-gambar yang memang kurang elok di sebar ke dalam grup percakapan WhatsApp. Kami tidak ada upaya mediasi atau apapun. Karena pihak yang bersangkutan pun tidak bisa untuk dihubungi maka kami tidak ada kata maaf,” ungkapnya.
Pihaknya berharap, kepolisian dapat menyelesaikan kasus ini hingga selesai. Ia memastikan pelaporan akan berlanjut beberapa hari kedepan oleh kelompok lainnya, yang merasa tidak terima dengan upaya menceredai nama Proklamator.
“Hari ini ada 16 orang dari berbagai kelompok yang membuat lapor di Polres Cirebon Kota. Nanti ada lagi yang akan buat laporan dari kelompok lainnya. Karena ini gerakan massal dari gelombang pertama seterusnya satu minggu ke depan bahkan sampai 1 bulan ke depan Kami akan ada pelaporan di tingkat kota, tingkat provinsi sampai di tingkat pusat,” imbuhnya.
Sementara, Ibas dalam keterangan tertulisnya menyatakan, setelah membaca berita-berita terkait laporan yang dilakukan oleh belasan orang di Polres Cirebon Kota, dirinya sempatkan diri untuk merespon, sebagai bentuk tanggung jawab moril kepada publik.
Pertama, dirinya tidak menemukan kerangka dasar pemikiran yang melatarbelakangi laporan tersebut. Tapi dirinya memilih menahan diri, untuk berwasangka terkait motif apa yang mendorong pelaporan itu.
“Karena yang saya sebarkan adalah poster ucapan ulang tahun untuk Bung Karno yang ke 122. Apa yang salah dari ucapan dirgahayu kepada sang proklamator kemerdekaan,” ucapnya.















































































































Discussion about this post