KOTA CIREBON, (FC).- Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) merupakan momentum penting untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh komponen bangsa Indonesia. Dalam menjamin pemenuhan hak anak atas hak hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar.
Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati menyampaikan, berbeda dengan peringatan pada tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan HAN tahun ini menghadapi tantangan karena adanya pandemic Coronavirus Disease 2019 (COVID19) di Indonesia.
Hal ini berimplikasi pada masyarakat, terutama anak, mengalami berbagai persoalan seperti masalah pengasuhan bagi anak yang orangtuanya positif COVID-19. Kurangnya kesempatan bermain dan belajar serta meningkatnya kasus kekerasan selama pandemi. Sebagai akibat diterapkannya kebijakan jaga jarak maupun belajar dan bekerja di rumah.
“Berdasarkan tantangan tersebut, maka tema HAN tahun 2020 adalah “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” dengan Tagline #AnakIndonesiaGembiradiRumah,”
jelas Eti seusai membuka peringatan HAN disebuah hotel di Jalan Pamitran Kota Cirebon, Rabu (29/7).
Dalam kesempatan ini juga, Eti mengukuhkan duta layanan ramah anak. Mereka menjadi agent of change, pelapor dan pelopor di Kota Cirebon. Seluruhnya
merupakan remaja yang berasal dari 34 posyandu yang ada di Kota Cirebon.
“Melalui mereka berbagai sosialisasi nantinya bisa dilakukan. Sehingga sosialisasi bisa langsung masuk ke lingkungan masyarakat,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Kadinkes Edi Sugiarto menambahkan, duta layanan ramah anak merupakan agent of change sekaligus menjadi jejaring puskesmas di Kota Cirebon. Mereka juga sebagai pelapor dan pelopor dari teman-teman sebaya jika mengalami suatu kejadian.
“Anak berhak mendapatkan lingkungan yang aman, nyaman, sehat dan ramah,” terangnya.
Edi memaparkan, dikatakan aman apabila anak berada di lingkungan yang bebas dari pengaruh negatif. Terutama yang dapat menggangu tumbuh kembangnya. Disamping itu anak juga berhak hidup di lingkungan yang nyaman sesuai dengan usianya. Tidak merasa dibully serta mendapatkan lingkungan sekolah, sosial dan budaya yang sehat.
“Pengukuhan duta layanan ramah anak dilakukan dengan konsep menjadi semacam tutor untuk teman-teman sebaya mereka,” tandasnya. (Agus)












































































































Discussion about this post