KUNINGAN, (FC).- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kuningan kembali meluncurkan Program FKIP Mengaji untuk Tahun Akademik Semester Genap 2025/2026. Program tersebut digelar di Gedung Student Center Iman Hidayat Universitas Kuningan, Senin (9/3).
Kegiatan launching yang mengusung tema “Dengan Mengaji Mewujudkan Mahasiswa FKIP yang Santun, Agamis, Terampil dan Unggul” ini dihadiri Rektor Universitas Kuningan Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., Dekan FKIP Dr. Asep Jejen Jaelani, M.Pd., jajaran dosen, serta mahasiswa FKIP.
Dekan FKIP Universitas Kuningan, Dr. Asep Jejen Jaelani, M.Pd., mengatakan program FKIP Mengaji telah berjalan selama empat tahun sejak pertama kali diluncurkan pada 2022. Tahun ini merupakan pelaksanaan angkatan keempat dari program tersebut.
“Perlu kami sampaikan Bu Rektor, program ini telah berjalan empat tahun sejak 2022 dan sekarang sudah memasuki angkatan keempat. Program ini merupakan bagian dari upaya kami mewujudkan salah satu tagline FKIP yaitu agamis yang menjadi ciri khas di FKIP Universitas Kuningan,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menambahkan, pelaksanaan launching program FKIP Mengaji tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan yang dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an.
“Oleh sebab itu mari kita sambut kegiatan ini dengan baik. Kami berharap kegiatan FKIP Mengaji tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu membentuk mahasiswa FKIP menjadi generasi Qur’ani yang mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Kuningan Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., menyebut program FKIP Mengaji merupakan salah satu program unggulan yang dimiliki FKIP.
“Kita harus bersyukur masih diberi kesempatan untuk belajar mengaji secara benar. Artinya kita mengaji secara tartil sehingga tajwid kita dapat diperbaiki melalui program FKIP Mengaji ini,” ujarnya.
Anna menegaskan bahwa mahasiswa yang kelak menjadi pendidik tidak cukup hanya dibekali dengan ilmu pedagogik, tetapi juga harus memiliki pemahaman nilai-nilai keagamaan yang kuat.
“Pendidik itu tidak cukup hanya dibekali ilmu pedagogik saja, tetapi nilai keagamaannya juga harus kita yakini dan kita perbaiki. Karena seorang pendidik adalah role model bagi siswa-siswanya kelak,” katanya.
Melalui program ini, FKIP Universitas Kuningan berharap dapat membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter santun, religius, serta siap menjadi pendidik yang berintegritas dan memberi teladan di tengah masyarakat. (Angga)











































































































Discussion about this post