KUNINGAN, (FC).- Dugaan perbuatan asusila yang menyeret oknum tokoh ormas Islam di Kabupaten Kuningan menjadi sorotan publik. Isu yang kembali mencuat itu dinilai berpotensi mencoreng citra lembaga keagamaan, sehingga mendorong berbagai pihak meminta klarifikasi melalui mekanisme tabayun.
Seorang tokoh masyarakat Kecamatan Cibingbin berinisial AM yang disebut dalam kabar tersebut mengakui adanya peristiwa dimaksud, namun menegaskan kejadian itu telah berlangsung lama.
“Kejadian itu kan sudah lama,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (29/3).
Meski demikian, mencuatnya kembali isu tersebut memicu reaksi dari kalangan tokoh masyarakat. Gus Rohim, tokoh kultural Nahdliyyin Kuningan, menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele dan harus disikapi secara serius.
“Terlepas benar atau tidak peristiwa itu terjadi di kantor ormas, kabar ini sudah mencoreng citra lembaga. Ini perlu penanganan serius,” kata Gus Rohim.
Ia menegaskan, dalam tradisi organisasi Nahdlatul Ulama, setiap persoalan yang melibatkan kader atau pengurus harus diselesaikan melalui mekanisme tabayun atau klarifikasi guna memastikan kebenaran informasi.
“Di tubuh organisasi, setiap persoalan pasti dikaji melalui tabayun, melibatkan para tokoh dan pengurus agar jelas duduk perkaranya,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan peristiwa tersebut terjadi beberapa tahun lalu. Namun demikian, dampak sosial dari mencuatnya kembali isu tersebut dinilai tetap signifikan, terutama terhadap kepercayaan publik.
Sementara itu, pihak lain berinisial TW mengaku memiliki hubungan asmara dengan oknum yang dimaksud dan menyebut aktivitas tersebut tidak hanya terjadi di satu lokasi.
“Untuk jalinan asmara cukup lama. Ada beberapa tempat yang kita lakukan kegiatan begituan,” ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak organisasi terkait mengenai langkah penanganan kasus tersebut. Publik pun menunggu kejelasan melalui proses klarifikasi yang terbuka dan akuntabel guna menjaga marwah lembaga.(Angga)













































































































Discussion about this post