Maka, agar semua pemohon bantuan bisa terbagi, pihaknya merubah volume beras yang dipaketkan jadi 2,5 kg.
Iis menyebutkan, sumber bantuan yang disalurkan TP PKK Kuningan, tidak berasal dari APBD atau kedinasan, melainkan berasal dari banyak donatur dan sumbangan pribadi-pribadi lainnya yang ingin bantuan itu disalurkan melalui lembaganya.
“Kami memang banyak menerima sumbangan dari berbagai pihak yang ingin disalurkan bantuannya melalui kami. Dan ternyata, data pemohon bantuan pun lebih banyak. Bahkan untuk fotokopi blangko isian data penerima bantuan pun sampai habis Rp 1 juta, ” paparnya.
Adanya blangko isian data penerima bantuan tersebut, diterangkannya, sangat penting, agar bisa terlihat batuan tersebut sampai kepada mereka yang benar-benar berhak menerimanya.
“Kan supaya jelas siapa penerima bantuan tersebut sesuai data yang diisi. Salahnya, kemarin, saat Pa Atang membawa blangko itu, belum dirubah daftar jenis bantuannya. Di situ masih tertulis beras seberat 4 kg, padahal Pa Atang memang membawa paket bantuan yang berasnya 2,5 kg dari kami,” gamblangnya.
Pihaknya mengaku selalu siap, jika ada warga ataupun pihak lain yang membutuhkan keterangan terkait permasalahan ini.
“Mangga silakan yang butuh keterangan saya siap berbicara, bahkan di hadapan warga yang keberatan karena adanya mis komunikasi penyaluran bantuan ini, kami selalu siap,” tandasnya. (Bambang)












































































































Discussion about this post