KAB. CIREBON, (FC).- Warga Desa Bode Lor, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon dihebohkan oleh penemuan makam kuno atau makam tua yang terletak di Desa Kertasari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Meskipun lokasi tersebut berada di Desa Kertasari, namun makam tersebut berada di perbatasan desa.
Makam kuno yang diperkirakan berusia ratusan tahun tersebut ditemukan pertama kali oleh Solek, Warga Desa Bode Lor yang rumahnya tidak jauh dari lokasi makam. Solek awalnya hanya menemukan 2 makam saja, namun setelah dilakukan pembersihan, ternyata lebih dari 20 makam lagi ditemukan.
Solek mengatakan, sekitar dua minggu yang lalu, dirinya menemukan makam tersebut. Namun karena dirasa makam tersebut adalah makam kuno, maka dirinya bersama rekan yang lain berinisiatif untuk membersihak lokasi tersebut.
“Benara saja, setelah dibersihkan, ternyata makamnya banyak. Total makam yang sudah ditemukan ada sekitar 25 makam,” ujarnya kepada “FC”, Kamis (22/10).
Ditambahkan Solek, sebelum ditemukan makam, lokasi tersebut dipenuhi dengan pohon bambu yang cukup lebat. Menurutnya, dirinya bersama warga lainnya telah melaporkan penemuan makam tersebut kepada pihak desa dan juga kecamatan.
“Kalau kemarin sih dari Kecamatan, Babinsa dan Babinkamtibmas sudah meninjau kesini. Tapi ya belum bisa dipastikan juga itu makam siapa,” tuturnya.
Ditempat yang sama, H. Irwan yang mendapatkan laporan akan temuan makam tersebut menuturkan, bahwa makam tersebut diperkirakan berasal dari dua peradaban yang berbeda. Hal itu diketahui, dari struktur batu bata yang dan juga batu nisan yang digunakan.
“Jadi katanya sih, itu ada dua peradaban. Kalau makam yang dua yang ditemukan pertama itu diperkirakan dari abad ke 16, sementara makam yang banyak itu, dari abad ke 13, jauh sebelum masa Sunan Gunung Jati, kalau abad ke 13 itu dimasa Syech Datul Kafi,” katanya.
Masih menurut Irwan, dirinya memperkirakan masih banyak makam lainnya yang belum tergali diareal tersebut. Ia menyebutkan, bahwa ada sekitar 40 makam dilokasi itu.
“Jujur saja kalau saya ini kan indigo mas, jadi saya bisa melihat dan mendengar bisikan dari mahluk astral. Ini saya pastikan masih banyak lagi makam yang belum ditemukan, dan masih dalam satu lokasi,” ungkapnya.
Dirinya bersama warga lainnya berharap, agar makam tersebut mendapatkan perhatian dari pemerintah ataupun dari pihak keraton. Pasalnya, sungguh sangat disayangkan, jika makam tersebut harus terbengkalai dan tidak terurus.
“Belum tahu nih dari pemerintah dan keraton nya bagaimana, tapi kemarin sudah ada perwakilan dari keraton sekedar mengecek keberadaan makam itu. Kalau kami inginnya ada penelitian lebih lanjut supaya bisa diketahui makam tersebut sebenarnya makam siapa,” tandasnya.
Terpisah, Kaur Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Desa Kertasari, Kamad belum bisa memastikan makam tersebut makam siapa, hanya saja, dirinya bersama Kuwu Desa Kertasari sudah meninjau langsung lokasi tersebut untuk mengecek kebenarannya.
“Kita juga belum bisa berkomentar banyak soal makam itu, karena kita juga belum tahu itu makam siapa. Kayaknya orang-orang yang sepuh yang bisa menjelaskan itu,” tuturnya.
Kamad juga mengatakan, meskipun lokasi makam tersebut berada di wilayah Desa Kertasari, namun kepemilikan tanah tersebut dimiliki oleh Desa Karangsari. Dan tanah yang berisi makam itu merupakan tanah bengkok milik perangkat Desa Karangsari.
“Iya betul kalau secara wilayah itu adanya di desa kami (Kertasari), tapi itu Tanah Bengkok Desa Karangsari mas,” pungkasnya. (Muslimin/FC)












































































































Discussion about this post