KAB. CIREBON, (FC),- Desa Gunungsari Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon, merupakan desa rawan bencana alam termasuk banjir. Namun diketahui desa ini minim penerima bantuan sosial.
Hal itu terungkap saat dilaksanakan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementrian Sosial di desa setempat, Selasa (13/4). Sebanyak 98 Kepala Keluarga (KK) atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Pejabat Kuwu Desa Gunungsari Muhamad Arpik mengungkapkan, penerima BST di Kecamatan Waled di tahun anggaran 2021 hampir semua mengalami kenaikan.
Tapi yang paling sedikit jumlahnya adalah Desa Gunungsari. Pada tahap 1 dan 2 sejumlah 110 KK, namun pada tahap ke 3 dan 4 mengalami penurunan menjadi 98 KK.
Diakuinya, berkurangnya jumlah KK penerima program BST tersebut karena invalid data, baik yang sudah meninggal, pindah alamat maupun kesalahan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
“Dari jumlah tersebut masih sangat jauh dari total jumlah KK di Desa Gunungsari yang seharusnya layak menerima bantuan sosial tersebut,” terangnya.
Dijelaskan Arpik, Desa Gunungsari merupakan desa paling beresiko bencana, dimana setiap hujan datang menjadi daerah langganan banjir akibat luapan Sungai Ciberes.
Dari jumlah total KK di Desa Gunungsari 3.000 KK, baru tercover bantuan sosial dari BST sebanyak 98 KK.
BPNT sebanyak 343 KK dan penerima PKH srbanyak 377 KK atau hanya sekitar 25 persen saja dari warganya yang menerima bantuan sosial pemerintah.
Sementara upaya pemdes melalui BLT DD hanya mampu untuk membantu sekitar 132 KK.
“Kalau melihat wilayah sebagai daerah langganan banjir, seharusnya Desa Gunungsari harus lebih banyak penerima bansos, tetapi kenyataannya paling sedikit,” jelasnya.
Lebih lanjut Arpik juga mengungkapkan, jika membahas kategori warga miskin di desanya, dari sekitar 3.000 KK diperkirakan, mereka yang mampu tidak kurang dari 10 persen.
Sementara jika terbilang masyarakat terdampak covid-19, mungkin ibarat kata sudah jatuh tertimpa tangga.
Artinya sudahlah mereka adalah warga kurang mampu, diterjang banjir sewaktu waktu dengan jumlah yang sudah terhitung berapa kali menerjang rumah mereka.
Sehingga mereka tidak bekerja karena harus membersihkan rumah mereka setelah terendam banjir.
“Kami melalui puskesos sedang melakukan verifikasi dan validasi data warga penerima bantuan sosial yang setiap bulan dilaporkan perubahannya. Semoga pada pelaksanaan penyaluran bantuan selanjutnya baik PKH, BPNT maupun BST kedepan akan lebih meningkat lagi,” harapnya.. (Nawawi)











































































































Discussion about this post