KAB. CIREBON, (FC).- Dampak kenaikan harga daging sapi di pasaran beberapa pekan terakhir berimbas bagi pengusaha rumah makan, salah satunya adalah pedagang empal gentong. Lantaran, daging sapi merupakan bahan baku utama untuk kuliner khas Cirebon tersebut.
Untuk menyiasati dari kenaikan harga daging sapi, salah seorang pengusaha empal gentong H Apud adalah menaikan harga untuk setiap porsinya ketimbang mengurangi isi empal gentong.
“Kalau kami lebih memilih menyesuaikan dengan cara ya menaikkan harga per porsinya, dibandingkan harus mengurangi isi porsinya. Jadi yang semula dari harga Rp23 ribu se porsi sekarang naik jadi Rp25 ribu,” ujar H. Apud, ditemui di Pasar Pasalaran, Jumat (4/3).
Imbas kenaikan harga pada empal gentong, diakuinya, juga dipengaruhi pada sejumlah komoditi barang pasaran lainnya. ”
Apalagi dibarengi dengan kenaikan gas dan juga minyak goreng. Jadi kita sudah tidak kuat kalau harus dengan harga lama. Ini strategi kami saja dalam memberikan pelayanan bagi konsumen agas tetap pada porsi standar ,” tambahnya.
Menurutnya, kenaikan harga Empal Gentong per porsinya berlaku di semua cabang sejak 1 Maret 2022 lalu. Selain harga empal gentong, tambah dia, harga sate kambing pun juga ikut mengalami kenaikan. Karena menurut H Apud, kenaikan juga dialami daging kambing.
Masih dikatakannya, setiap harinya, restorannya membutuhkan minimal satu hingga dua kuintal daging sapi, atau menjadi sebanyak 1.600 mangkuk Empal Gentong.
Kemudian, lanjut dia, dengan adanya pembatasan juga mengalami penurunan terhadap omset.
“Apalagi sejak diberlakukan PPKM kembali, pengunjung yang datang alami penurunan sampai 20 persen. Sebelum adanya pembatasan omset kita sudah mencapai 85 persen, tapi sekarang turun 20 persen,” katanya.
Ditambahkannya, saat libur Imlek, kata H Apud, diprediksi bakal ada peningkatan kunjungan wisata. Namun di luar dugaan, pengunjung yang datang tidak sesuai prediksi.
“Waktu libur Imlek itu kita prediksi bakal ramai. Sehingga menyiapkan produksi yang lebih banyak. Ternyata pas hari H-nya melempem,” tandasnya. (Ghofar)














































































































Discussion about this post