“40 adalah resapan, 60 adalah daerah yang terbangun, nyatanya kan semua dibangun jadi daerah yang terbangun, jadi yang air tidak bisa meresap ke tanah karena terhalang material keras,” lanjut Caya.
Dalam hal ini diakui Caya dirinya sudah berkoordinasi dengan stakeholder terkait seperti Dinas PUPR dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Dan Pertanahan Kabupaten Indramayu untuk membenahi saluran-saluran di Indramayu.
Rencananya, saluran utama kota yang berlokasi di Lemahmekar akan segera dilakukan revitalisasi.
“Kemarin saya sudah ke Kimrun, dan PSDA Dinas PUPR, mereka akan melakukan sodetan di saluran air di Lemahmekar yang menjadi saluran utamanya,” ujar dia.
Sementara itu, pantauan FC hujan saat ini masih mengguyur wilayah Kabupaten Indramayu.
Banjir pun hingga saat ini masih merendam pusat kota Indramayu. Para pengendara yang hendak beraktivitas di pusat kota diminta agar selalu berhati-hati. (agus)













































































































Discussion about this post