“Yakni membantu masyarakat terdampak akibat rumahnya ambruk. Apakah nanti melalui program rutilahu maupun program lain, semoga bisa lebih membantu para korban,” ucapnya.
Sementara salah seorang korban terdampak pergerakan tanah, Ratim mengaku, jika sebelum terjadinya musibah itu cuaca hujan turun cukup lebat selama dua hari. Alhasil, akibat hujan dua hari dua malam menyebabkan kejadian pergerakan tanah.
“Iya sebelum ini, hujan deras dua hari dua malam. Lalu tanah langsung bergerak, kaya mau amblas, retak-retak tanahnya semua baik di dalam maupun di luar,” ujarnya.
Dia dan warga lain berharap, agar memiliki rumah kembali dengan kondisi layak dan aman. Meski harus direlokasi, Ratim mengaku siap asalkan mendapat hunian baru.
“Saya siap kalau relokasi, di sini kan sudah tidak aman. Sudah hancur sampai ke bawah, sudah tidak mungkin, saya juga trauma dan untung tidak ada korban jiwa,” ungkapnya. (Ali)


















































































































Discussion about this post