KUNINGAN, (FC).- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan, Selasa (16/6) diontrog sejumlah wartawan media cetak, elektronik dan media online yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Kuningan Bersatu (ANARKIS). Mereka meminta transparansi terkait pengalokasian dan penggunaan dana Covid-19.
Selain Dinkes, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)’45 Kuningan dan Rumah Sakit Umum (RSU) Linggarjati pun yang sama-sama mengelola anggaran dana Covid-19 cukup besar.
Hal itu sesuai dengan yang disampaikan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Asep Taufik Rohman mesti melakukan hal yang sama.
“Alhamdulillah, audensi kali ini cukup hangat karena kawan-kawan ANARKIS tidak hanya meminta keterbukaan anggaran Covid-19 ke Ibu Kadinkes, Hj. Susi Lusiyanti saja. Tetapi juga Pak Direktur RSUD’45, Deki Saifullah dan Pak Direktur RSU Linggarjati, H. Edi Martono,” ujar Koordinator ANARKIS yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kuningan, Iyan Irwandi.
Dalam pelaksanaan audensi yang memakan waktu berjam-jam tersebut, dibahas berbagai hal yang penting diketahui masyarakat umum. Seperti, pembelian dan efektifitas rumah sakit darurat khusus penanganan pasien terpapar virus Corona yang dulunya adalah eks Rumah Sakit Bersalin Citra Ibu.











































































































Discussion about this post