KOTA CIREBON, (FC). – Polemik tahta di Keraton Kasepuhan Cirebon kembali mencuat.
Pasalnya, beberapa waktu lalu Heru Nursyamsi atau Pangeran Kuda Putih yang mengklaim dirinya sebagai Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon yang mengangkat Habib Luthfi bin Yahya menjadi Dewan Kalungguhan Kasultanan Cirebon.
Sedangkan keabsahan Pangeran Kuda Putih sebagai Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon masih diragukan.
Pasalnya, Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon kini diemban oleh PRA Luqman Zulkaedin.
Panglima Agung Laskar Macan Ali Nuswantara Prabu Diaz mengatakan, peristiwa hari ini diawali beberapa hari yang lalu mengenai beredarnya surat dawuh yang diberikan kepada Habib Luthfi bin Yahya di Pekalongan dari Heru Nursyamsi yang mengaku Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon yang melakukan pengangkatan Habib Lutfi menjadi Ketua Dewan Kelungguhan Kesultanan Cirebon.
“Tadinya kami tidak peduli dengan hal-hal yang begitu, namun ternyata banyak pihak yang menghubungi kami banyak pihak juga yang menghubungi Keraton yang menanyakan hal tersebut. Tapi saya tidak saya tidak bisa jawab betul apa tidaknya, saya akan tanya ke pihak Keraton,” katanya, Rabu (2/10).
Untuk mencegah terjadinya konflik horizontal, pihaknya melakukan klasifikasi kepada Keraton Kasepuhan.
Mengenai kericuhan antar kelompok massa, pihaknya tidak mengetahui penyebabnya kemungkinan kericuhan terjadi dipicu karena adanya beberapa pihak yang kecewa dan merasa tersinggung terkait permasalahan tersebut.
“Untuk menjaga konflik horizontal di masyarakat kami akhirnya menyamakan visi dengan Keraton Kasepuhan. Saya bukan untuk menentukan atau bukan untuk menyangkal, tapi hanya menjembatani agar konflik ini segera selesai tidak berlarut-larut,” tuturnya.
Kedepan pihaknya akan melakukan mediasi sekaligus mencari solusi dengan cara melakukan pertemuan bersama seluruh pihak yang kompeten.
“Kita mencari cara untuk menjernihkan persoalan di Keraton Kasepuhan. Kami sepakat untuk ditindaklanjuti dengan diskusi-diskusi atau musyawarah yang nantinya akan dihadiri oleh orang-orang yang berkompeten. Musyawarah ini tidak bisa sekali dua kali, hanya pesan kami kepada semua pihak baik pemerintah pusat masyarakat atau siapapun kelompok-kelompok yang berkepentingan dengan hal-hal ini mohon kita semua menjaga marwah leluhur,” pungkasnya.(Frans)













































































































Discussion about this post