KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa (Pemdes) Gebangmekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon mendapat kepercayaan dari Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa barat, untuk mengelola potensi wisata pantai baro, nantinya pengelolaan aset DKP Provinsi Jabar di wisata wisata pantai baro dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.
Pasca Rakor internal dengan pemdes dan lintas instansi muspika Gebang di balai desa setempat, Penanggung jawab pelabuhan perikanan baro Nanang Subiantoro, menyampaikan aset Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat di wilayah Desa Gebangmekar seluas 11 hektare, dimana sebagian asetnya menjadi lokasi pariwisata pantai baro.
Beberapa waktu lalu diusulkan agar pengelolaan kawasan wisata pantai baro bisa dikelola oleh Pemdes Gebangmekar melalui BUMDes.
“Akhirnya DKP Provinsi Jabar mengizinkan adanya kerjasama aset di kawasan pantai baro bisa dikelola oleh Pemdes Gebangmekar,” katanya, kemarin.
Nanang mengatakan, dengan adanya kerjasama aset dari DKP Provinsi Jabar bekerjasama dengan BUMDes Desa Gebangmekar, diharapkan potensi wisata di pantai baro Gebang bisa terangkat dan bisa menambah Pendapatan Asli Desa (PADes).
Lanjutnya, pantai baro beberapa waktu sempat ditutup untuk umum, rencananya pantai baro Gebang akan kembali dibuka untuk umum pada 1 Agustus mendatang.
“Aset DKP 11 hektare yang saat ini dikerjasamakan hanya lokasi wisatanya saja, yang nantinya dikelola oleh BUMDes Gema Mandiri, tentu saja Pemdes pun diminta untuk menjaga aset DKP, ” ungkapnya.
Ketua BUMDes Gema Mandiri, Dade Mustofa mengatakan, terhitung 1 Juli 2024 pengelolaan wisata pantai baro diserahkan kepada Pemdes melalui BUMDes.
Tentu hal ini menjadi kesempatan agar Desa Gebangmekar bisa mencari dan menggali potensi apa yang dimiliki agar kawasan wisata pantai baro bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.
“Tentunya ini menjadi angin segar bagi BUMDes maupun Pemdes, sehingga dengan kerjasama yang dibangun bisa meningkatkan PADes,” ungkapnya.
Menurutnya, sebagai tempat wisata pantai baro diakuinya masih sangat minim sarana maupun fasilitasnya, namun demikian tidak menyurutkan minat dan antusias masyarakat yang mengunjungi pantai baro tersebut.
Lanjutnya, dengan animo masyarakat tersebut, Pihak BUMDes menangkap sebuah potensi yang besar dari keberadaan pantai baro tersebuttersebut untuk nantinya dapat dikelola dengan baik.
Dirinya berharap, pemerintah daerah nantinya dapat mendukung upaya pengelolaan wisata pantai baro ini, salah satunya dengan meningkatkan akses jalan masuk ke kawasan wisata pantai baro.
Diakuinya, akses infrastruktur ke kawasan pantai baro yakni jalan lingkar hingga saat ini belum maksimal, kemudian juga ada jalan lingkungan warga yang memang kondisinya kurang baik.
“Kami berharap bahwa Pemkab bisa mendukung, karena ini merupakan potensi desa, sehingga desa itu pastinya bergantung pada kebijakan pemerintah daerah, mudah-mudahan harapan tersebut bisa direalisasikan agar masyarakat yang mengunjungi kawasan pantai baro merasakan kenyamanan,” harapnya. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post