KAB. CIREBON, (FC).- Sebagai salah satu wujud keprihatitan terhadap Pandemi Covid-19 khusunya di daerah pemilihan (Dapil) 12 Jawa Barat, anggota DPRD Provinsi Jabar yang juga ketua DPW Perempuan Bangsa PKB Jabar, Hj Yuningsih membagikan 1.000 masker dan hand sanitizer sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19.
Ditemui disalah satu titik lokasi pembagian di Jalur Pantura Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Kamis (16/4), Yuningsih mengungkapkan, pemberian masker dan hand sanitizer selain sebagai salah satu upaya untuk melakukan pencegahan penyebaran virus Covid-19.
Menurut Yuningsih, sengaja dirinya memilih daerah pesisir, mengingat daerah tersebut masih minim pengetahuan terkait Covid-19.
“Minimalnya kita bagaimana memaskerkan masyarakat dan memasyarakatkan masker dikalangan nelayan, petani dan tukang becak,”jelasnya.
Ditambahkannya, pemberian masker dan hand sanitizer untuk wilayah Kecamatan Gebang disebar sekitar 1.000 masker dan hand sanitizer dari total 10.000 masker dan hand sanitizer yang akan dibagikan ke Dapil 12 Jabar.
Selain pembagian masker dan hand sanitizer, sambung Yuningsih, perempuan PKB Jabar juga akan menyalurkan bantuan kepada masyarakat kurang mampu akibat dampak Covid-19 dengan membagikan sembako terutama kepada masyarakat tidak mampu.
“Bantuan sembako untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19 secara simbolis sudah dilakukan dan pembagian ke wilayah Dapil 12 Jabar menyusul setelah pembagian masker dan hand sanitizer selesai dilaksanakan,”papar Yuningsih.
Ketika disinggung kapan realisasi penyaluran progran Jaring Pengaman Sosial (JPS) dampak pandemi Covid-19 yang dijanjikan Gubernur Jabar, Yuningsih mengungkapkan, dari hasil rapat koordinasi dengan Gugus Covid Propinsi Jabar melalui teleconfrence, sebenarnya per tanggal 16 April bantuan tersebut sudah bisa disalurkan. Namun banyaknya data yang masih belum valid, maka bantuan baru disalurkan ke wilayah yang sedang melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sementara ke wilayah lainnya akan dilaksanakan paling cepat 18 April l.
“Seharusnya hari ini, Kamis (16/4) sudah disalurkan, tapi digunakan untuk perpanjangan waktu pendataan calon penerima bantuan, untuk sementara yang sudah disalurkan untuk wilayah yang melaksanakan PSBB,”terangnya.
Terkait adanya keluhan dari para Kuwu yang mengatakan Banprov tersebut hanya akan menjadi bumerang bagi para Kuwu, karena hanya beberapa warga saja yang mendapatkan bantuan. Yuningsih mengungkapkan, ada kemungkinan pola penyaluran yang dilakukan adalah dibagikan secara bergantian, artinya dari rencana semula peneriman bantuan akan mendapatkan bantuan selama empat bulan, bisa jadi hanya sekali dan bulan selanjutnya disalurkan kepada warga yang belum mendapatkan bantuan.
Kemudian apakah dana Banprov untuk JPS tersebut, akan memotong Banprov untuk anggaran desa yang biasa didapat setiap tahun, Yuningsih memastikan hal itu tidak akan terjadi tidak akan memotong Banprov untup APBDes.
“Kalaupun ada rencana pemotongan kami akan ada didepan untuk memperjuangkan jangan sampai adanya program JPS dampak Covid-19 menghilangkan anggaran Banprov untuk desa,”tegas perempuan yang pernah menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon ini. (Nawawi)


















































































































Discussion about this post