KUNINGAN, (FC).- Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 dan Hari Anak Nasional (HAN) ke-39 Tingkat Provinsi Jawa Barat di Alun-alun Paamprokan, Pantai Barat Pangandaran.
Hadir juga Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum dan Ketua TP PKK Jawa Barat Atalia Praratya, Bupati Kuningan Acep Purnama, Ketua TP PKK Kuningan Ika Siti Rahmantika, Kepala DPPKBP3A Kuningan, Trisman Supriatna.
Tema peringatan Harganas ke-30 “Menuju Keluarga Bebas Stunting untuk Indonesia Maju” diusung sebagai suatu ajakan bagi seluruh unsur masyarakat untuk peduli dan bergotong royong membantu keluarga berisiko stunting agar terbebas dari stunting. Dan tema ini pun selaras dengan tema HAN ke-39 “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.
“Kedua program ini sejatinya merupakan fondasi utama bagi upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan bangsa. Kedua program ini harus terus diupayakan agar Kuningan dapat menjadi penopang pembangunan nasional dalam aspek sumber daya manusia, yang pada waktunya bonus demografi dapat benar-benar dimanfaatkan,” Kata Kepala DPPKBP3A Kuningan, Trisman Supriatna
Trisman menyebutkan, DPPKBP3A terus berkolaborasi berbagai pihak untuk menurunkan angka stunting di Kuningan, karena persoalan stunting adalah persoalan bersama dengan berbagai penyebab.
“Alhamdulilah, pada peringatan itu, Kabupaten Kuningan meraih tiga penghargaan tingkat provinsi Jawa Barat,” ungkap Tirsman.
Disebutkan Trisman, penghargaan diraih yaitu, Juara 1 Hasil Pelayanan KB Pasca Persalinan (KBPP) berdasarkan New Siga, kemudian Juara 2 KB MKJP pada momentum Pelayanan Sejuta Akseptor (PSA) dan Juara 3 Kreasi Menu Dahsat (Dapur Sehat Atasi Stunting) yang diwakili tim Kampung KB Nusalugina Desa Nusaherang, Kecamatan Nusaherang.
Sementara itu, Ketua TPP PKK Kuningan. Hj. Ika Siti Rahmantika menyampaikan bahwa peringatan Harganas merupakan momentum untuk merenungkan kembali pentingnya mencintai dalam keluarga dan pentingnya perencanaan dalam membangun keluarga.
“Sebab pembangunan keluarga memiliki korelasi positif terhadap kemajuan bangsa. Dari keluargalah, langkah awal dilakukan dalam membangun karakter bangsa,” ungkap Ika.
PKK, lanjut Ika, sebagai mitra pemerintah, terus berupaya mengadvokasi pentingnya penerapan 8 fungsi keluarga. Yaitu fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, dan lingkungan kepada masyarakat.
“Berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan dalam keluarga telah banyak kami lakukan berkolaborasi dengan DPPKBP3A. Semoga upaya ini semakin menguatkan ketahanan keluarga masyarakat kuningan,” jelas Ika.
Trisman kembali menambahkan bahwa DPPKBP3A Kuningan beserta petugas lini lapangan turut serta memeriahkan rangkaian peringatan Harganas dan HAN 2023 tingkat Jabar ini. Kegiatan yang diikuti antara lain, Gerakan Ayo Ikut ke BKB/Posyandu dan Pelayanan Kartu Kembang Anak (KKA), Mupen Racing 6.0 dan Motor Penyuluh KB.
Selain itu juga, Pelatihan Vocational Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) di Kampung KB, Peningkatan Kapasitas Bagi Pengelola Balnak Tingkat Kabupaten dan Kota, Pembinaan dan Evaluasi Kinerja Tenaga Lapangan Terdepan Keluarga Berencana (Teladan KB), dan Orientasi Perawatan Jangka Panjang (PJP) serta Lomba Kreasi Menu Bergizi Dahsat. (Ali)













































































































Discussion about this post