KOTA CIREBON, (FC).- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kota Cirebon, rutin menggelar kegiatan seni dan budaya pada setiap malam minggu di depan Balaikota Cirebon.
Kadisbudpar Agus Sukmanjaya menjelaskan, kegiatan ini merupakan penghilng dahaga para pegiat seni dan budaya di Kota Cirebon. Pasalnya, lebih dari dua tahun terkena pandemi Covid-19 kegiatan ini otomatis ditiadakan.
“Iya ini sebagai ajang mengekspresikan diri para pegiat seni dan budaya. Juga mem nuhi keiinginan masyarakat untuk melihat dan menikmati pertunjukan ini secara langsung,” jelasnya kepada FC, Sabtu malam (28/5).
Dikatakannya, pertunjukan kali ini adalah yang kedua. Sebelumnya pihaknya meenggelar pertunjukan tarling dan sekarang adalah tayuban.
Sengaja pihaknya menggelar di depan Balaikota Cirebon, agar masyarakat bisa secara langsung melihat dan menikmati secara gratis. Bahkan masyarakat bisa langsung berinteraksi, seperti ikut menari dalam sesi pada kesenian tarling ataupun tayuban.
“Kita harapkan kegiatan ini bisa menjadi momentum kebangkitan seni, budaya dan kepariwisataan di Kota Cirebon,” harapnya.
Sementara Sekdis Parbud Elang Tommy Iplapudin menambahkan, tayuban berasal dari kata keguyuban. Yang artinya bersama dalam kebersamaan. Olehkarenanya, tayuban ini bisa diiukurti oleh para penonton. Mereka yang dikalungkan selendeng bisa maju untuk menari bersama, tidak hanya untuk kalangan pejabat atau keraton saja, tap semua bisa berinteraksi.
Dia menuturkan, pertunjukan ini sebagai bagian dari menghibur masyarakat Kota cirebon. Disis lain pihaknya juga berharap, dengan digelarnya kesenian ini, bisa mengedukasi masyarakat terkait kekayaan seni dan budaya di Kota Cirebon.
“Alhamdulillah, kegiatan ini banyak diapresiasi positif. InsyaAllah kita akan rutin menggelar pertunjukan seni dan budaya ini tiap malam minggunya,” tandasnya. (Agus)
















































































































Discussion about this post