KOTA CIREBON, (FC).- Sesepuh Partai Demokrat Andrian Rahardjo mengaku prihatin atas kejadian Musyawarah Cabang (Muscab) Kota Cirebon, pada 20 Mei lalu. Muscab yang diwarnai walk out dan nyaris ricuh diluar sidang.
Hal ini kata Wakil Ketua DPC Demokrat tersebut, terkesan memaksakan kehendak sehingga aturan dan intruksi dari ketua Umum AHY dilabrak.
“Sebagai orang tua dan senior di Demokrat saya merasa malu. Kok segala cara dipakai. Padahal sudaj jelas tidak boleh ada pergantian ketua PAC oleh intruksi ketum. Ini malah dilakukan,” tuturnya, Minggu (29/5).
Pihaknya pun bersyukur ketika ada informasi bahwa Muscab Kota Cirebon akan diulang, sehingga kata dia, DPP Partai Demokrat sangat tegas dan fatsoen terhadap aturan.
“Alhamdulillah informasinya diulang. Karena kemarin persoalan pergantian Plt cacat secara aturan Demokrat,” terangnya.
Dirinya pun mengaku, tidak tahu persoalan Ketua PAC Kesambi di Plt oleh DPD Jabar, sehingga ketika mendapat informasi teraebut sangat kaget.
“Kok bisa-bisanya seperti itu (di Plt) kan. Saya tahu mas wadinih aktif. Jangan memaksakan kehendak sendiri yang pada akhirnya terlihat kurang enak ditonton oleh masyarakat,” terangnya.
Diungkapkan persoalan Ketua DPC merupakan hak veto dari ketum, sehingga ketika ada usulan calon ketua maka semestinya tidak boleh ada ganjalan-ganjalan.
“Kita serahkan semuanya pada ketum (AHY) karena PAC kan hanya dukungan nama calon saja, kita fair saja lah,” jelasnnya.
Hal senada diungkapkan Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat Kota Cirebon Dedi Mashudi.
Dirinya mengaku saat itu terjebak menandatangani persoalan usulan pergantian ketua PAC Kesambi tanpa ada rapat dengan dewan kehormatan. Namun demikian, ketika mendengar adanya info Plt dirinya langsung meralat dan mencabut surat tersebut.
“Faktanya Mas Wadinih memang tak layak untuk diganti dia aktif secara organisasi mengayomi ranting-ranting dan saya pribadi mengaku ada kesalahan sehingga mencabut surat tersebut,” terangnya.
Bahkan kata dia, dirinya siap bersaksi di majelis dewan kehormatan DPP Partai Demokrat. “Saya siap bersaksi jika diperlukan,” tegasnya.
Diungkapkan, dirinya meminta agar tata cara berorganisasi harus sesuai mekanisme yang ada. “Dan intruksi AHY sudah jelas-jelas tidak boleh ada Plt ini malah dilakukan, kecuali yang bersangkutan meninggal, mundur sakit keras atau tidak aktif itupun harus melalui tahapan,” sebutnya.
Dirinya pun mendapat informasi jika Muscab Kota Cirebon akan diulang. “Ya alhamdulillah ada Muscab ulang. Saya berharap dengan kejadian ini kita semuanya harus fatsun dengan aturan AD/ART sesuai organisasi partai Demokrat,” tandasnya. (Agus)
















































































































Discussion about this post